Pemerintah Provinsi Aceh dinilai kurang berkoordinasi dengan daerah dalam pelaksanaan proyek fisik yang didanai APBA sehingga kerap menimbulkan persoalan, seperti dikerjakan asal-asalan oleh rekanan karena lemahnya pengawasan pihak provinsi. Hal itu disampaikan Wali Kota Merah Sakti kepada Serambi, Rabu (16/11) saat melakukan peninjauan ke lokasi pasar dan drainase di seputaran Kota Subulussalam.
Sakti menyontohkan proyek dermaga di Desa Dah, Kecamatan Runding yang didanai dari APBA dan kini tiangnya sudah tergantung. Padahal proyek tersebut masih berlangsung namun sudah bermasalah. Kondisi ini dibuktikan oleh Wali Kota Sakti saat melakukan kunjungan ke Desa Dah, Kecamatan Runding belum lama ini.
Tak hanya itu, Sakti juga menyampaikan permasalahan bangunan Gedung Olah Raga (GOR) di Desa Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri yang terbengkalai sampai sekarang. Terkait dengan GOR, Wakil Gubernur Muhammad Nazar menurut Sakti sudah meninjau langsung.
Seyogyanya, kata Sakti, ketika ada pekerjaan proyek pihak provinsi memberitahu daerah dan berkoordinasi. Namun yang terjadi kebanyakan proyek provinsi tidak pernah dikoordinasikan dengan daerah. Bahkan, lanjut Sakti, pekerja di proyek tersebut juga berasal dari luar sehingga masyarakat Subulussalam tidak mendapat kesempatan.
Mengenai hal ini Sakti mengaku sudah kerap mengkomplain tapi tetap tak dihiraukan. “Cukup banyak proyek provinsi yang tidak ada koordinasi dengan daerah, giliran bermasalah baru daerah yang seakan-akan bersalah padahal provinsi yang bertanggungjawab,” tandas Sakti.
Sumber : Serambinews Online







Komentar Terakhir