Solusi Penyelesaian Tapal Batas dituangkan Dalam Peta

8 12 2008

TAPAKTUAN : Solusi Penyelesaian tapal batas Kabupaten Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam di tuangkan kedalam peta geografi alam Aceh Selatan,demikian pernyataan Bupati Husin Yusuf melalui Asisten Pemerintahan Nasarurrahman yang didampingi Kabag Pemerintahan Setdakab Hasbi Hasan kepada Berita Rabu [05/11] .

Persoalan tapal batas antara Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam sudah sangat lama malah sudah berlarut larut dalam sengketa perbatasan, tetapi dengan turunnya tim dari Provinsi NAD Alhamdulillah semua yang kita inginkan sudah tercapai dengan aman dan damai,walaupun ada plesetan-plesetan yang tidak menentu dari pihak Pemko Subulussalam,namun dengan turunya tim dari Provinsi NAD Aceh Selatan tetap Tapal Batas di Simpang Empat PT Perkebunan Sawet Asdal Pungkas Bupati Husin Yusuf.

Perseturuan perbatasan Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam sangat lama sudah terjadi dari semenjak mekarnya Kabupaten Aceh Singkil selesainya hingga tahun 2008, kalau di perkirakan udah puluhan tahun baru tahun ini diselesaikan oleh pihak tim dari Provinsi NAD dengan para Pemerintahan kabupaten Aceh Selatan.

Perbatasan yang menjadi persoalan antara Pemko Subulussalam dengan Kabupaten Aceh Selatan hanya antara photo grafi alam yang sangat jauh berbeda bila dibandingkan dari tapal batas sebelumnya,justru itu dengan adanya peta geografi dari tim Provinsi NAD, Aceh Selatan berhasil menyelesaikan tapal batas sesuai dengan peta yang telah di tentukan.

Sebelum Kabupaten Aceh Singkil yang sekarang Pemko Subulussalam di jadikan sebagai kabupaten Perkebunan PT Asdal merupakan Aset Daerah Aceh Selatan,karena kabupaten Aceh Singkil telah lahir maka perbatasan pun tidak sesuai lagi kejelasannya.

Menurut beberapa tokoh masyarakat Trumon Timur Rustam yang didampingi Kepala Desa Kapa Sesak Alpendi yang ikut hadir untuk meyakinkan tapal batas yang masih dalam perkara sengketa perbatasan tapal batas antara Pemko Subulussalam dengan Kabupaten Aceh Selatan,menjelaskan yang bahwa, Uruk Meuh perbatasan antara Pemko Subulussalam dengan sejarah pertama Alue Dalam, Gelanggang weu, Uruek Meuh dan Peuniyoh Mancang Alue Bawan itu tak ada lagi alue, seperti mereka hanya perbatasan hanya direkayasa, namun demikian kita tetap bersikeras, pada posisi semula sesuai dengan sejarah dan peta geografi alam Aceh Selatan.

Makanya kita harus bersikeras, karena sejarah dari pada perbatasan antara Pemko Subulussalam kami yang lebih tau ucapnya, kepada Berita sambil memperhatikan peta yang telah ada dari Provinsi.

Camat Lahmuddin.S.Sos alias Sorden panggilan nama lama itu menjelaskan,dua hari sudah persoalan tapal batas masih dalam proses, tetapi pada hari ini Rabu merupakan hari yang kedua dalam menelusuri tapal batas, Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam harus ketemu titik koordinat yang jelas, sebab yang lebih tau dalam hal ini pertama tokoh masyarakat Desa kappa Sesak Trumon Timur disamping dari pada tim Provinsi NAD dan pihak Pemda Aceh Selatan,itu merupakan satu arah yang sejalan dengan peta dan titik koordinat pun sama dengan prinsip dari pada tokoh masyarakat.

Sesuai dengan pantauan Berita yang turun lansung ke lokasi dan kawasan perbukitan di daerah PT Perkebunan Sawet Asdal ,santing seriusnya dalam mencari solusi tapal batas walaupun tak ada makan nasi siang,hanya cukup dengan Mie Bokom dan minuman lainya,namun pihak tim dari Aceh Selatan tetap tegar dan bersemangat tinggi,apa lagi ini merupakan untuk mencari asset daerah yang selama ini di idam-idamkan oleh masyarakat Aceh Selatan.

Liku-liku perjalanan yang sangat pahit dan melelahkan dalam hal melihat secara nyata tapal batas Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam itu,tidak menjadi satu hambatan bagi tim yang telah dibentuk, malah tim dari Provinsi dan tim dari pihak Aceh Selatan berbagai daya dan upaya dengan semangat yang tinggi dan serius terus mencari dan terus menelusuri jalur jalur arah yang telah di tentukan dalam peta, namun hingga jam 3 sore titik koordinat dengan N 373490 dan M 315575 yang salah satunya seputaran kawasan PT Perkebunan Sawet Asdal antara Desa Kapa Sesak dengan IE Langge,merupakan tapal batas antara Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam.

Kemudian sekitar jam 6 sore tapal batas Aceh Selatan dengan Pemko Subulussalam di temukan di daerah titi urot antara Desa Titi Pobem dengan Suwak Jampak sekitar 6 kilo meter dari jalan hitam Krueng Luah Kecamatan Trumon Timur.

Dan kedua belah pihak sekitar jam 7 Magrib tim Pemko Subulussalam dengan Tim Aceh Selatan serta dari tim tapal batas Provinsi NAD saling berjabat tangan dan saling bertolak belakang,karena penentuan tapal batas Pemko Subulussalam dengan Aceh Selatan Aceh Selatan menuju kearah Barat sementara Pihak Pemko Subulussalam mengarah ke Timur.

Pertemuan kedua belah pihak berakhir pada jam 7 Magrib di Desa titi Pobem Krueng Luah Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan.

Menurut Hasbi Hasan Kabag Pemerintahan Setdakab selaku Koordinator tim tapal batas antara Aceh Selatan dengan Pemko Subulssalam menyebutkan Bulan Nopember Ini ini merupakan bulan yang sangat bersejarah dalam tahun 2008, sebab pada hari Senin tanggal 3 dan Selasa tanggal 4 sebagai salah satu hari yang sangat bersejarah bagi masyarakat Aceh Selatan pada umumnya dan khususnya Desa Kappa Sesak Kecamatan Trumon Timur dalam penentuan tapal batas antara Pemko Subulussalam dengan Kabupaten Aceh Selatan.

Kemudian menurutnya untuk penentuan dan titik koordinat tapal batas pada hari Selasa(4/11) juga di hadiri oleh Tim Provinsi antara lain Mayor Carlos, kemudian lagi, dari tokoh masyarakat Trumon Timur serta juga dari pihak tim Aceh Selatan yaitu Kabag Pemerintahan Hasbi Hasan bersama tiga stafnya salah satunya Malek dan Makmur, dari BPN dan tidak ketinggalanya Camat Trumon Timur Lahmuddin S.Sos yang selalu bersikap tegas dan keras membantah tentang tapal batas yang di tentukan oleh pihak Pemko Subulussalam tidak sesuai dengan peta geografi alam Aceh Selatan dari tim Provinsi NAD.

Begitu juga Nasarurrahman Asisten I Pemrintahan Setdakab selaku ketua tim tapal batas dari Aceh Selatan, ikut bersikeras dan tegas dalam penentuan tapal batas yang kala itu hendak diplesetan oleh pihak tim dari Pemko Subussalam,sehingga spening sama-sama memuncak, karena saling berseterus dan bersikeras secara tegas akhirnya juga reda dalam mempertahankan daerahnya masing-masing.

Begitu juga Samsul Bahri Kabag Humasy Setdakab Aceh Selatan yang ikut hadir dalam tim tapal batas, yang sempat naik spening ketika patokan tapal batas hendak di plesetan oleh pihak tim Pemko Subulussalam,sehingga dengan kerja sama dengan baik dan saling mengerti dalam penentuan tapal batas antara Aceh Selatan dengan pemko Subussalam akhirnya juga berhasil.

Kemudian menurut Nasarrurrahman selaku ketua Tim dari Aceh Selatan menyebutkan,adapun yang ikut hadir dalam hal persoalan penetuan tapal batas antara lain, Bupati Husin Yusuf, Sekda Harmaini,Asisten I Nasarrurrahman, Kadis Disbunhut Ir Yustiar Yuni, BPN, Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan Hasbi Hasan, Kabag Humasy Samsul Bahri, DPRD dari Komisi A, dan juga ikut pejabat –pejabat lainya. Sementara dari tim Provinsi yang ikut hadir adalah, dari biro Provinsi Pemerintahan.

Kutipan : http://www.beritasore.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: