APBK Subulussalam Dibahas di Hotel

23 01 2009

Pemko dan DPRK Kota Subulussalam membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Subulussalam tahun 2009, di sebuah hotel. Akibat dari hal ini sorotan muncul dari publik yang menilai pemerintah dan DPRK tidak mempunyai rasa peduli terhadap keuangan daerah yang masih minim.

Terhadap hal ini, pihak eksekutif dan legeslatif beralasan kalau kantor DPRK Subulussalam di Jalan Pertemuan, dinilai kurang efektif untuk membahas anggaran di kantor itu. Pasalnya, gedung sementara DPRK tidak dilengkapi dengan ruang komisi sebagaimana layaknya kantor DPRK. Padahal, pada tahun 2008 lalu, pembahasan APBK setempat dilakukan di gedung sementara. “Karena gedung yang ada tidak memiliki ruangan, sementara waktu pembahasan ini harusnya ada bilik tempat komisi dan dinas terkait jadi ada kesepakatan eksekutif dengan legeslatif untuk menggelar di sini,” kata Sekdakot Subulussalam Anharuddin ketika ditanyai Serambi, Kamis (22/1).

Hal senada disampaikan, Sekwan Mahdi Sos. Ia mengatakan, sebelum pembahasan digelar telah ada pertemuan dengan Pj Walikota Marthin Desky. Dalam pertemuan itu, kata Mahdi, walikota mengarahkan supaya pembahasan APBK di sana digelar di hotel terkait lantaran gedung yang ada kurang layak. “Intinya, karena gedung DPRK sementara di sana kurang layak, bayangkan saja, satu ruangan dibagi empat komisi jadi kurang nyaman kalau menggunakan pengeras suara.”

Ia menambahkan, sidang pembahasan APBK di hotel itu hanya tiga hari dan akan berakhir pada hari ini, Kamis (23/1). Paripurna akan digelar di gedung dewan yang berlokasi di Jalan Pertemuan, Subulussalam Utara. Ia mengatakan tidak ada pemborosan anggaran dalam kegiatan tersebut lantaran tempat tidak disewa namun dihitung biaya makan dan minum. Dikatakan, biaya makan minum seorang peserta senilai Rp. 175.000. “Tempat tidak kita sewa cuma biaya makan dan minum,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Syahyuril, seorang anggota DPRK membenarkan adanya kesepakatan antara pihak pemko dengan dewan terkait pembahasan anggaran di hotel. Namun berdasarkan pantauan harapan tersebut tidak tercapai. Pasalnya, meskipun digelar di tempat yang representatif namun sidang pembahasan APBK yang jadwalnya pukul 09.00 WIB molor lantaran hingga pukul 09.49 WIB, hanya ada beberapa anggota dewan yang hadir. Menurut informasi, pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2009 juga dilaksanakan di hotel tersebut.

Sumber : http://www.serambinews.com

———————–

Gedung DPRK Tak Berkamar, RAPBK Dibahas Di Hotel

Alasan ketiadaan kamar pada gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam, Pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (RAPBK) Subulussalam 2009 dilaksanakan di Grand Mitra Subulussalam Hotel. Fakta ini nyaris mengundang tanya sejumlah kalangan.

Menjawab wartawan terkait pemanfaatan hotel sebagai alternatif pengganti itu, Sekwan Mahdi, S.Sos di Grand Mitra saat berlangsungnya sidang di sana mengatakan, selain kamar untuk sidang bagi tiga komisi di DPRK tidak ada, juga didukung arahan Pj. Walikota Subulussalam Marthin Desky agar sidang komisi digelar di hotel berbintang itu. “Kita diarahkan ke hotel ini karena gedung DPRK kurang layak,” tutur Mahdi tadi siang.

Terkait sidang-sidang serupa sebelum adanya hotel berbintang itu di sana, Mahdi memastikan digunakan apa adanya di gedung DPRK. “Memang tidak efektif, apalagi masing-masing komisi pakai pengeras suara,” tandas Mahdi menambahkan, meskipun sidang digelar di hotel itu pihaknya tidak menyewa gedung dan tidak ada unsur terlibat yang menginap di sana.

Dikatakan, anggaran Setwan yang digunakan hanya sebesar Rp175 ribu/orang, khusus untuk makan minum dan diperkirakan hanya menelan biaya senilai Rp22 juta.

Pembahasan RAPBK yang berlangsung tiga hari itu, (Rabu-Jumat-red), menurut Mahdi melibatkan 31 satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yang setiap harinya diikuti 12 SKPD/Badan. Namun untuk sidang paripurna, sebut Mahdi, tetap akan dilaksanakan di gedung DPRK Subulussalam.

Hal senada dikatakan Siti Ansari Bancin, Wakil Ketua DPRK Subulussalam kepada Waspada, Kamis lalu. Diakui, pemanfaatan hotel berbintang itu sebagai tempat sidang komisi pembahasan RAPBK Subulussalam 2009 hanya karena kekuranglayakan gedung DPRK Subulussalam.

Sumber : http://www.waspada.co.id


Actions

Information

One response

25 01 2009
ardhiyanto

maklum kan mau pemilu…. mgkin kalo gak terpilih ya jdi kenang-kenangan lah pernah dibiayai rapat di hotel mewah ya khan pak!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: