Korban Gempa Pertanyakan Rumah BRR

13 02 2009

Sataruddin, warga Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam yang merupakan korban gempa dari Singkil mempertanyakan pemberian rumah bantuan dari Badan Rehabilitasi dan Rekonsruksi (BRR) NAD. Usulan relokasi yang diajukan ke lembaga tersebut belakangan berubah menjadi rehab. Padahal, sejak awal dia mengaku mengajukan relokasi atau bantuan rumah.

Sataruddin kepada Serambi Rabu (11/2) memperlihatkan bukti-bukti surat yang diajukan melalui Komite Percepatan Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Desa (KP4D) Subulussalam Utara dan Fasilitator Kecamatan (Fascam). Dalam surat tertera nama Sataruddin yang berada di urutan kedua pemohon relokasi atau bantuan rumah. Pada data tersebut terdapat 13 nama yang diusulkan relokasi termasuk didalamnya nama Sataruddin. Sedangkan 22 korban gempa lain diterangkan rusak ringan. Namun, saat bantuan akan keluar, nama Sataruddin berubah menjadi rehab sementara 12 korban lainnya tetap relokasi.

Dewan KP4D Subulussalam Utara, Syahril yang dikonfirmasi Serambi, juga mengaku heran mengapa nama Sataruddin yang diusulkan relokasi berubah menjadi rehab. Padahal menurut Syahril, pihaknya dari awal mengusulkan 13 korban gempa untuk relokasi. “Saya juga heran kok bisa berubah, karena dari awal atas nama Sataruddin itu diusulkan bantuan relokasi. Data usulan masih saya simpan bahwa dia (Sataruddin-red) tidak pernah kami ajukan rehab namun relokasi,” katanya.

Sementara Fascam Simpang Kiri, Edy Suhendri yang dihubungi secara terpisah mengelak menerima 13 korban gempa yang direlokasi. Menurutnya, dia hanya menerima 12 korban gempa yang diusulkan relokasi. “Data yang saya terima dari Fascam lama itu hanya dua orang yang relokasi dan itulah yang saya lanjutkan,” kilah Edy

Meski mengelak, pernyataan Edy dibantah oleh Tgk Maksum LS, mantan Fascam Simpang Kiri. Maksum mengatakan, data yang diterima dan dikirim ke BRR berdasarkan data desa yang dibuat oleh KP4D. Ia membenarkan, nama Sataruddin termasuk dalam 13 korban gempa yang semestinya mendapat bantuan rumah. Namun Maksum tidak tahu persis mengapa data yang diserahkannya tersebut bisa berubah. Pasalnya, sejak Maret 2007 lalu dirinya keluar dari BRR dan digantikan oleh Edy.”Yang jelas data saya sesuai dengan milik KP4D. Sebelum berhenti data itu saya serahkan ke BRR, kenapa bisa berubah saya tak tahu,” tandas Maksum

Apapun dalihnya, Sataruddin berharap pihak BRR kembali meninjau terkait masalah yang menimpa dirinya. Sataruddin meminta agar dirinya juga dapat menerima bantuan rumah sebagaimana korban lainnya. Apalagi, Sataruddin saat ini hanyalah sebagai penarik beca dan masih mengontrak rumah. Di sisi lain, Sataruddin mengaku telah mengecek ke lapangan kalau rumah tersebut sebenarnya dibangun 13 unit. “Saya sudah turun ke lokasi rumah itu dibangun tiga belas unit,” ujar Sataruddin

Sumber : http://www.serambinews.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: