PNS Wajib Bersepatu Buatan Lokal/Dalam Negeri

16 02 2009

Pemerintah tengah merancang aturan yang mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) di semua golongan untuk menggunakan produk dalam negeri, termasuk sepatu. Kebijakan ini diharapkan bisa melindungi industri dalam negeri.

Ada pemandangan menarik dalam acara Pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia 2009, di Hall A Jakarta Convention Center, yang berakhir Minggu (15/2). Empat menteri dan beberapa pejabat didaulat menjadi peragawan dan peragawati dadakan untuk memamerkan sepatu buatan dalam negeri.

Keempat menteri Kabinet Indonesia Bersatu masing-masing Menkokesra Aburizal Bakrie, Menperdag Marie Elka Pangestu beserta suami, Menperin Fahmi Idris beserta ibu, Menteri Transmigrasi dan Tenaga Kerja Erman.

Tidak hanya jarang melakukan hal seperti itu, namun mereka juga diharuskan mengenakan sepatu-sepatu lokal karya anak bangsa. Fahmi Idris mengunakan sepatu sport produksi dari Tomnkins. Aburizal Bakrie menggunakan sepatu vantofel hitam dari Mario Fiadi. Marie Elka Pangestu menggunakan sepatu buatan Yongki Komaladi, sedangkan sang suami menggunakan sepatu vantofel karya dari Buccheri. Semuanya merupakan merek lokal asli Indonesia.

Terkait dengan Pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia 2009 itu, para pegawai negeri sipil mulai Februari bersiap-siaplah untuk menggunakan sepatu lokal dan produk-produk dalam negeri.

Soalnya Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan, pemerintah saat ini akan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) PNS wajib pakai produk dalam negeri. “Mudah-mudahan Februari ini sudah di terbitkan,” ujar Fahmi Idris.

Fahmi menjelaskan SKB ini merupakan petunjuk teknis dari terbitnya Instruksi Presiden (inpres) mengenai peningkatan penggunaan industri dalam negeri itu. “Misalnya mengenai penggunaan sepatu dari produk dalam negeri tentu saya harus berbicara dengan Pak Taufik Effendi (Menpan),” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Fahmi, Minggu depan ia akan mulai melakukan pembicaraan yang lebih intensif untuk membahas mengenai hal ini. Fahmi menyebutkan, dalam SKB nanti tidak hanya penggunaan sepatu dalam negeri saja yang diatur, namun juga produk dalam negeri lainnya. “Hanya sepatu ada produk-produk lain, sepatu hanya salah satu bagian kecil saja,” ujarnya.

Sumber : Harian Global


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: