Rumah Bantuan BRR Tak Berlistrik

16 02 2009

Sebanyak 163 rumah bantuan Badan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias di Dusun Suka Ramai, Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam tidak dilengkapi fasilitas sambungan listrik. Akibatnya, rumah yang telah dihuni warga selama hampir dua bulan setiap malam gelap gulita. Lasnawati, seorang penghuni rumah BRR kepada Serambi, Sabtu (15/2) mengatakan setiap malam mereka kegelapan karena rumah yang ditempatinya itu belum dialiri listrik.

Selain masalah lampu, Lasnawati juga mengungkapkan banyak rumah BRR yang kuncinya tidak sempurna sehingga warga harus membuat baru. “Air sumur juga tak ada, banyak sumur warga yang tak berair,” timpal penguhuni lainnya Warga lain menambahkan, beberapa waktu sebelum pindah, camat setempat berjanji kalau aliran listrik akan segera dipasang. Tetapi, kata warga, janji-janji tinggal janji, rumah yang ditempati hingga sekarang masih tak berlistrik malah intalasi pun belum terpasang.

”Kalau ditanya katanya Senin inilah, minggu depanlah, janji-janji melulu tapi rumah kami tetap saja gelap,” tandas Raisyah Pada bagian lain, Sataruddin penduduk Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri kembali mempertanyakan kejelasan penerima bantuan rumah BRR. Pasalnya, pernyataan Fasilitator Kecamatan (Pascam) Edy terkait 12 nama warga yang direlokasi dinilai keliru. Apalagi, berdasarkan keterangan Komite Percepatan Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Desa (KP4D) Subulussalam Utara, Syahril bahwa berdasarkan data yang diusulkan jumlah warga penerima relokasi sebanyak 13 orang.

Hal itu diperkuat lagi dengan keterangan mantan Fascam Tgk Maksum LS yang ditanyai secara terpisah. Selain itu, Sataruddin juga heran dengan data BRR yang menerangkan desa asalnya dari Suka Damai, Singkil Utara. Padahal, Sataruddin merupakan pengungsi asal Desa Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil. Karenanya, diduga ada yang sengaja mengutak-atik data sehingga merugikan Sataruddin yang semestinya penerima bantuan rumah belakangan berubah.

Hal yang paling mengherankan adanya penduduk Suka Damai atas nama Bangun Angkat sebagai penerima bantuan rumah. Padahal, semestinya desa ini tidak mendapat dana relokasi. Karena itu, aparat kepolisian diminta tidak tinggal diam dengan kondisi ini namun segera mengusut agar warga tidak dirugikan.

Selain itu warga penerima dana rehab juga mempertanyakan sisa dana yang belum mereka terima. Dikatakan, sesuai janji pemerintah, dana rehab yang sebelumnya berjumlah Rp. 2,5 juta ditambah menjadi sepuluh juta. “Tapi sampai sekarang sisinya kok tidak masuk-masuk,” tanya Rasyidin Solin.

Sumber : http://www.serambinews.com


Actions

Information

One response

18 02 2009
AMUBA

INI PEMBELAJARAN BAGI KITA SEMUA BOS….. MAKANYA PEJABAT SEKARANG JANGAN DI PERCAYA LAGI.. UDAH TUA-TUA BUKANNYA BERIBADAH KPADA TUHAN.. MALAH BUAT DOSA…!!!! SUBULUSSALAM JUGA BANYAK KKN NYA TU….
INGAT PEMILU APA KITA MILIH ORANG2 ITU LAGI ??????????????????????????????/??

DI BANDA ACEH AJA, ADA RUMAH PEJABAT TINGGI KOTA SUBULUSSALAM YANG BERALAMAT DI BEURAWE, GEDEK N MEWAH, YAH MUNGKIN SEKITAR 1 MILYAR KEATAS LAH…. BUDGET BANGUNANNYA.. KEREN KAN.. KERJA DI SUBULUSSALAM BANGUN RUMAH DI BANDA ACEH…. ADA APA YA…??????? TAKUT DI KATA2 IN.. KALO HALAL MENAGAPA TAKUT YA NGGAK ???? TAPI DI BANDA ACEH KETAHUAN JUGA LHO….. KAN DI BANDA ACEH BANYAK INTEL2 YANG HEBAT…. AWAS LU…!!!
NB: INFO INI BENAR APA ADANYA….BANYAK SUMBER YANG MENGATAKAN….
BAGI PEMILIK RUMAH TERSEBUT.. JANGAN DIJUAL YA… KAN KEREN !!!!!!!!!

BY… AMUBA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: