APBK Subulussalam 2009 Rp.249 M Lebih

24 02 2009

DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kota) Subulussalam, telahkan mengesahkan RAPBK (Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kota) 2009 menjadi APBK sebesar Rp249 miliar lebih.

Selain itu, delapan qanun juga disahkan dalam rapat paripurna dihadiri Pj. Walikota Drs. H. Marthin Desky, MM, Ketua DPRK H. Ansari Idrus Sambo, SH dan kedua wakil ketua, Dandim 0109 diwakili Kasdim, Pabung Polres, Ketua PN Singkil, Ketua MPU Subulussalam, Sekdako, sejumlah Kepala SKPD, Camat dan lainnya.

Rapat paripurna melalui voting terbuka ini, menurut Pj. Sekwan Mahdi, S.Sos, dihadiri 14 dari 20 anggota DPRK. Semua fraksi menyetujui pengesahan RAPBK yang diusulkan pemerintah daerah menjadi APBK. Jumlah keseluruhan anggaran yang disahkan Rp249 miliar lebih, sementara nilai belanja Rp250 miliar lebih. Artinya, masih ada selisih anggaran sekitar Rp1,2 miliar yang dihitung sebagai devisit.

Sebelumnya Pj. Sekwan membacakan SK No. 16/2008 tentang persetujuan atas nota anggaran keuangan dan belanja daerah Kota Subulussalam, setelah rapat paripurna diskor beberapa saat usai pembacaan pendapat akhir ke lima fraksi.

Menyusul pengesahan itu, Ansari, Ketua DPRK Subulussalam tadi pagi menegaskan, APBK akan dinilai baik jika dampak realisasi anggaran dapat dirasakan masyarakat. Kepada Pj. Walikota dan para pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), Ansari minta agar melaksanakan program-program daerah, terutama yang sangat mendesak dan menyentuh kepentingan masyarakat. “Kita berharap, saudara Pj. Walikota dan jajarannya melaksanakan program secara baik, amanah dan lebih mengedepankan prinsif akuntabilitas,” tandas Ansari.

Sumber anggaran yang disahkan berasal dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) senilai Rp3,2 miliar lebih, dana perimbangan Rp237 miliar lebih dan pendapatan lain-lain Rp8,4 miliar lebih. Anggaran belanja tidak langsung Rp74,7 miliar lebih sedangkan belanja langsung Rp174 miliar lebih. “Anggaran dibelanjakan seusai perencanaan yang disetujui,” tegas Marthin Desky.

Pada 2009 pihaknya memprioritaskan bidang perkebunan guna mendongkrak ekonomi masyarakat yang 70 persen hidup dari bertani dan berkebun. Karenanya, Rp30 miliar dana APBK itu dialokasikan untuk sektor perkebunan dan Rp25 miliar pertanian.

Di sisi lain, pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan yang dinilai sangat menyentuh kepentingan dan hajat hidup orang banyak, sehingga tekad meningkatkan pendapatan masyarakat benar-benar bisa terwujud. “Tiga tahun berturut-turut anggaran difokuskan untuk kedua sektor ini,” kata Marthin.

Sementara bidang pendidikan, seperti disampaikan Komisi D, dr. H. Syahyuril, dialokasikan dana Rp47 miliar lebih atau 19,1 persen dari APBK, Marthin menyebutkan perlunya pembangunan SMU Unggul pola pesantren modern terpadu dengan seleksi calon siswa ekstra ketat, diharap terealisasi tiga ruang kelas belajar (RKB) yang masing-masing RKB menampung 30 siswa. Target ke depan, para alumnus SMU Unggul Subulussalam harus dapat menguasai tiga bahasa, sehingga di samping lebih mudah melanjutkan ke perguruan tinggi, juga memiliki keterampilan seperti komputer, perbengkelan dan pertukangan.

Ditambahkan, pembangunan rumah sakit umum (RSU) tipe C di Kota Subulussalam menjadi hal penting, mengingat selama ini masyarakat harus berobat ke luar daerah seperti Sidikalang dan Kabanjahe. Di sisi lain, RSU Aceh Singkil di Kecamatan Gunung Meriah, Rimo nyaris tak dapat diandalkan menangani pasien gawat darurat.

Sumber : (Waspada Online)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: