Cuaca Buruk Pesawat Gubernur Ubah arah

7 03 2009

Cuaca buruk yang melanda Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil sejak Rabu (4/3) hingga Kamis malam menyebabkan pesawat yang ditumpangi rombongan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tidak terbang langsung dari Bandara Hamzah Fansury, Aceh Singkil ke Banda Aceh. Pilot pesawat mengubah arah terbang dari Singkil ke Bandara Polonia di Medan, Sumatera Utara.

Sementara itu, rombongan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muhammad Nazar, yang sedianya pulang naik pesawat berbadan ramping dari Kutacane Aceh Tenggara (Agara), juga terkendala faktor cuaca. Alhasil, Wagub dan rombongan menempuh jalan darat ke Medan, baru kemudian melanjutkan penerbangan dengan pesawat lain ke Banda Aceh.

Muslim Aiyub SH, anggota DPR Aceh yang ikut dalam rombongan Gubernur Aceh saat dihubungi Serambi dari Subulussalam kemarin sore mengatakan, pengalihan arah pendaratan pesawat (dari Singkil ke Medan, bukan ke Banda Aceh, seperti rencana semula) disebabkan faktor cuaca yang tidak mendukung di Singkil.

Menurut Muslim, cuaca yang kurang bersahabat sudah terjadi sejak pesawat bertolak dari Banda Aceh. “Dari Banda Aceh cuaca sudah buruk, tapi kami masih bisa terbang. Tapi kali ini arah terbang terpaksa dialihkan, karena tak memungkinkan lagi mencapai Banda Aceh sebelum malam tiba,” terang Muslim.

Pengalihan arah pendaratan pesawat yang membawa tujuh penumpang itu juga dibenarkan Kasdim 0109 Aceh Singkil, Mayor Inf Yudi Hermansah yang dihubungi secara terpisah. Yudi mengatakan rombongan Gubernur Aceh lepas landas dari Singkil menuju Bandara Polonia lantaran cuaca buruk, di samping faktor waktu, takut kemalaman di udara.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Setda Aceh, A Hamid Zein MHum yang dihubungi Serambi per telepon kemarin petang mengatakan ia sedang berada di dalam pesawat yang hendak lepas landas dari Bandara Hamzah Fansyuri Singkil menuju Polonia, Medan.

Menurutnya, bukan faktor cuaca yang dominan mempengaruhi, sehingga arah pesawat tersebut dialihkan dari sedianya ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) di Banda Aceh, ke Bandara Polonia Medan. “Bukan, bukan karena pengaruh cuaca,” tukasnya.

Menurut Hamid, pilot pesawat maupun Gubernur Irwandi sudah menghitung-hitung waktu bahwa apabila pesawat lepas landas dari Singkil sekitar pukul 17.30 WIB, dipastikan belum tiba di Banda Aceh ketika malam datang. Pesawat kecil itu dikhawatirkan tidak cukup kondusif bila terbang jauh pada malam hari di tengah cuaca yang juga kurang bersahabat.

Akhirnya, disepakati bahwa pesawat tidak terbang ke Banda Aceh langsung seperti rencana semula, melainkan dialih ke Medan. Dari Medan kemudian, apabila cuaca dan suasana cukup mendukung, barulah rombongan meneruskan perjalanan udara ke Banda Aceh.

Hamid juga menceritakan bahwa acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam oleh Gubernur Irwandi Yusuf kemarin agak terlambat dimulai, yakni pukul 13.30 WIB. Itu karena, pesawat yang ditumpangi Gubernur Irwandi terlambat tiba di Bandara SIM Banda Aceh.

Pesawat tersebut, kata Hamid, pagi kemarin terlambat take off dari Meulaboh, karena cuaca buruk. Pesawat baru mendarat di Bandara SIM pukul 10.00 WIB, lalu pukul 10.15 WIB lepas landas menuju Singkil melalui Medan, karena cuaca kurang bersahabat.

Rombongan Gubernur Aceh baru mendarat di Bandara Hamzah Fansyuri Singkil pada pukul 12.00 WIB. Perjalanan darat dari Singkil ke Subulussalam ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam. Prosesi pelantikan itu sendiri menghabiskan waktu sekitar satu jam, dilanjutkan dengan shalat zuhur dan makan siang. Kemudian, istri Guberur Irwandi, Darwati A Gani, melantik pengurus PKK dan Dekranasda Kota Subulussalam.

Setelah itu, barulah rombongan naik mobil kembali ke Singkil dan lepas landas menjelang pukul 18.00 WIB. Dengan kondisi yang demikian, pesawat diperkirakan akan berjalan malam menuju Banda Aceh. Demi mengurangi risiko berjalan malam dalam cuaca yang kurang bersahabat, akhirnya pesawat tersebut dialihkan tujuannya ke Medan.

Jalan darat

Sementara itu, Wartawan Serambi, Mursal Ismail yang ikut bersama rombongan Wagub Muhammad Nazar ke Gayo Lues dan Kutacane kemarin sore mengirimkan pesan singkat bahwa rombongan mereka terpaksa menempuh perjalanan darat dari Kutacane ke Medan. Sebab, pesawat yang mereka tumpangi tak bisa terbang, gara-gara cuaca buruk.

Setelah itu, Serambi putus kontak dengan Mursal. Diduga, rombongan tersebut tengah melintas di daerah yang merupakan blank spot area, sehingga komunikasi melalui HP dengannya tidak kunjung tersambung.

Sumber : (Serambi Online)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: