Gubernur Lantik Walikota Subulussalam Periode 2009-2014

7 03 2009

Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf melantik Merah Sakti/Affan Alfian sebagai Walikota/Wakil Walikota Subulussalam periode 2009-2014.

Pelantikan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Subulussalam, tadi sore, yang dipimpin Ketua Ansari Idrus Sambo dan dihadiri 16 anggota dewan serta serta unsur muspida Provinsi NAD.

Merah Sakti/Affan Alfian terpilih sebagai Walikota/Wakil Walikota periode 2009-2014, setelah meraih suara terbanyak dalam Pilkada putaran kedua yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) pada 15 Desember 2008. Rekapitulasi hasil penghitungan suara yang dikeluarkan KIP, pasangan Merah Sakti/Affan Alfian meraih 14.922 suara, sedang H Asmauddin/Salmaza meraih 14.729 suara dari 29.651 suara sah dan 634 suara tidak sah.

Pasangan Merah Sakti/Affan Alfian ditetapkan sebagai Walikota/Wakil Walikota setelah adanya keputusan Mahkamah Kostitusi (MK) akibat sengketa pilkada yang diajukan pasangan H Asmauddin-Salmaza terhadap Keputusan KIP Subulussalam.

Gubernur Irwandi Yusuf meminta pasangan Merah Sakti/Affan Alfian yang menjadi pimpinan daerah itu untuk menjaga dan menciptakan suasana damai yang telah tercipta di bumi Aceh.

“Kota Subulussalam merupakan bagian Aceh. Jangan sampai di sini terjadi pluralisasi budaya dan etnik sehingga akan merusak perdamaian yang menjadi modal utama untuk kesuksesan pembangunan,” kata Irwandi Yusuf.

Gubernut mengingatkan Pemerintah Kota Subulussalam untuk menciptakan pemerintahan yang baik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerahnya. Ia juga meminta Walikota/Wakil Walikota terpilih untuk melibatkan seluruh komponen masyarakat dan rival-rivalnya pada pilkada lalu untuk membangun Kota Subulussalam ke arah yang lebih baik.

“Tinggalkan aroma politik yang pernah timbul gara-gara pilkada. Apabila ini anda lakukan, saya yakin anda akan menjadi pemimpin yang baik arif dan bijaksana,” katanya,

Walikota terpilih Merah Sakti mengatakan, keputusan MK bukan sebuah kemenangan atau kekalahan, tetapi merupakan sebuah proses memberikan kepastian hukum terhadap hasil Pilkada Subulussalam.

“Saya kira semua pihak harus menghormati keputusan MK. Sekarang mari kita bersatu membangun dan mewujudkan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kota Subulussalam,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Kota Subulussalam selama lima tahun mendatang.

Sumber : (Waspada Online)

**********

Gubernur : Membangun Jangan Berdasarkan Selera Elit Politik

Dalam pidatonya, Gubernur Irwandi mengingatkan agar Walikota dan Wawalko Subulussalam tidak membangun kotanya hanya berdasarkan selera elite. “Pembangunan yang dijalankan janganlah atas selera pejabat atau legislatif maupun elite-elite tertentu saja, tapi harus mengacu pada kebutuhan masyarakat banyak,” ujar Irwandi.

Pasangan yang dijuluki “Sabit” pada masa kampanye pilkada itu, diingatkan Gubernur Irwandi agar tidak bosan atau menghindar dari kewajiban melayani masyarakat. “Sebagai pemimpin, Anda berdua harus siap menerima keluhan rakyat,” timpal Irwandi.

Irwandi juga menitip tujuh pesan kepada kedua pejabat yang dia lantik itu. Pertama, berikan pelayanan yang mudah, cepat, murah, dan berkualitas kepada masyarakat dengan membentuk pusat pelayanan terpadu.

Kedua, prioritaskan kepentingan rakyat dengan kelihaian dalam membuat strategi peningkatan ekonomi kerakyatan.

Ketiga, bukan saatnya lagi mengeluhkan masuknya orang luar ke Subulussalam. “Tapi yang terpenting adalah bagaimana membina dunia usaha, masyarakat, dan pemerintahan.”

Keempat, untuk mendukung pembanguna Kota Subulussalam ke depan, libatkan seluruh komponen masyarakat tanpa ada diskriminasi. Jangan ada perlakuan yang membuat masyarakat jadi terkotak-kotak.

Kelima, biarkan menjadi masa lalu dan selesaikan dengan bijak berbagai persoalan yang timbul akibat dinamika politik pada pilkada yang lalu. “Sebab apabila hal ini diabaikan, maka pendukung sekalipun dapat berubah menjadi lawan,” timpal Irwandi.

Keenam, Kota Subulussalam merupakan bagian Aceh yang tak dapat dipisahkan oleh siapa pun, seperti halnya kabupaten lain. Kota ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Aceh, termasuk dengan memberikan dana bagi hasil minyak dan gas (migas) serta dana otonomi khusus (otsus).

Ketujuh, Irwandi meminta semua pihak untuk menjaga situasi damai yang tercipta di Aceh. Yang tak kalah pentingnya, menurut Irwandi, adalah menciptakan good governance dan clean government. “Dalam pengelolaan keuangan apa pun harus secara transparan,” tegas Gubernur Irwandi.

Di sisi lain, Gubernur juga menyinggung suasana pemilu legislatif dan presiden tahun ini. Para pejabat negara, termasuk PNS dia ingatkan untuk selalu menjaga netralitas, dengan memposisikan diri sebagai fasilitator sesuai aturan yang berlaku.

Menyangkut masalah politik, Irwandi menyeru kepada semua pihak bahwa seluruh partai yang terdaftar sebagai peserta pemilu, baik nasional maupun lokal, adalah sah menurut undang-undang Republik Indonesia. “Jadi, tidak ada partai separatis, tidak ada partai yang ilegal seperti yang disenandungkan oleh orang-orang yang antidamai. Maka dari itu, kami harap tidak ada intmidasi baik dari masa persiapan hingga hari ’H‘ pemilu,” tegas Gubernur Irwandi.

Irwandi juga menyinggung penyelenggaraan pilkada di Subulusssalam yang berlangsung tertib dan lancar. Ia mengucapkan terima kasih kepada Penjabat Walikota Marthin Desky, KIP, dan Panwaslu Kota Subulussalam yang telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Pelantikan tersebut diwarnai hujan deras. Rombongan Gubernur Irwandi tiba ke Gedung DPRK Subulussalam tepat pukul 12.50 WIB. Prosesi pelantikan dimulai sekira pukul 13.00 WIB.

Ikut dalam rombongan Gubernur, Ketua DPR Aceh Said Fuad Zakaria, anggota DPRA Muslim Aiyub dan Syamsul Bahri, Kepala Biro Hukmas Setda Aceh, A Hamid Zein, serta sejumlah pejabat Kantor Gubernur Aceh. Juga hadir Yarwin Adi Dharma dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Adnan Beuransyah (Jubir Partai Aceh), serta mantan Plt Gubernur Aceh yang juga Ketua DPW PAN Aceh, Azwar Abubakar.

Pelantikan juga dihadiri Bupati Aceh Singkil, Makmursyah Putra, Bupati Pakpak Bharat, serta undangan lainnya. Juga tampak hadir Salmaza, calon wakil walikota pasangan Asmauddin, paket yang dalam pilkada lalu bersaing ketat melawan pasangan Sabit.

Seiring dengan pelantikan kepala daerah itu, dilantik pula Ketua PKK dan Dekranas Kota Subulussalam, Sartina Merah Sakti oleh Ketua PKK dan Dekranas Aceh, Darwati A Gani di aula Grand Mitra Hotel Subulussalam.

Untuk mengamankan pelantikan tersebut, sekitar 400 personel keamanan gabungan disiagakan. Di antaranya 300 polisi, 30 brimob, 30 aparat TNI, ditambah 30 Satpol PP.

Wakapolres Aceh Singkil, Kompol Ali Usman SIK yang masih membawahkan wilayah hukum Subulussalam, kepada Serambi menyatakan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga keamanan dan ketertiban sehingga prosesi pelantikan itu berlangsung tertib.

Sumber : (Serambi Online)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: