Tujuh Warga Digigit Anjing Gila

7 03 2009

Dalam sepekan terakhir, sedikitnya tujuh warga Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, digigit anjing yang diyakini gila ataupun anjing tak bertuan. Para korban yang berasal dari Desa Jontor dan Desa Penanggalan itu digigit di tempat terpisah. Korban umumnya mengalami luka gigitan di betis.

Dari ketujuh korban, lima orang tinggal pada satu kampung. Yakni, Buyung Syahputra (11), Danil Anak Ampun (8), Supriadi Banurea (15), Liberia (50), dan Jahonni Solin (42), warga Jontor, Kecamatan Penanggalan. Sedangkan dua korban lainnya, yakni Kota Sianturi dan Khairani MH, merupakan warga Penanggalan, Kecamatan Penanggalan.

Kepala puskesmas setempat, dr Alex Dirosa yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (5/2) menyatakan sejauh ini sudah tujuh korban yang mereka tangani.

Pascakejadian, Dokter Alex langsung melaporkan kasus gigitan anjing tersebut ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Subulussalam dan ke Dinkes Aceh dan minta segera dikirimi obat antirabies dari Banda Aceh. Guna mengetahui adanya korban yang lain, kata Alex, petugas di lapangan sedang melakukan observasi di dua desa tersebut.

Saat ditanya Serambi mengapa berani mengklaim bahwa anjing yang menggigit itu gila, Alex menyatakan saat menangani korban yang pertama, ia telah mulai curiga bahwa anjing yang menggigit tersebut memang gila. Kecurigaan Alex makin beralasan setelah muncul korban lainnya secara beruntun. Lagi pula, anjing-anjing tersebut menyerang korbannya secara mendadak (tiba-tiba).

Atas dasar itu, Dokter Alex berani menegakkan hipotesa bahwa anjing-anjing tersebut gila dan berpotensi menyebarkan virus rabies. “Indikasi bahwa anjing yang menggigit itu gila sangat kuat, karena korban umumnya diterkam secara tiba-tiba,” tukas Alex seraya menambahkan pihaknya telah mengajukan permintaan vaksin rabies ke dinas terkait.

Semua korban, kata Alex, sudah disuntik vaksin antirabies dan telah dikembalikan ke rumah masing-masing.

Ia juga berjanji akan terus melakukan pemantauan dan pemberian obat dengan jadwal yang ketat kepada para korban. Sayangnya, lanjut Alex, salah seorang pasien enggan disuntik paramedis. “Kita juga sudah berkoordinsi dengan pihak kepolisian agar memburu anjing berpenyakit itu. Tapi sejauh ini belum tahu apakah sudah ada yang ditemukan atau belum,” tukas Alex.

Secara terpisah, warga menduga kuat anjing yang menggigit para korban ini adalah anjing gila dan dikhawatirkan menyebarkan virus rabies yang tergolong dalam rhabdo virus. Oleh karenanya, warga mendesak pihak terkait segera membunuh anjing-anjing liar itu sebelum jatuh korban lain. “Anjing-anjing itu harus segera dimusnahkan, jangan sampai korban lainnya berjatuhan,” kata Emir, warga Kota Subulussalam.

Sumber : (Serambi Online)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: