“Partai Aceh Kalah, MoU Bisa Hancur” : Pernyataan Kontroversial Caleg PA (Partai Aceh)

8 03 2009

Banda Aceh – Seorang Calon Legislatif (Caleg) mengeluarkan pendapat kontroversial dalam diskusi publik bertajuk menakar kualitas calon anggota legislative perempuan Aceh, Kamis (5/3). Pernyataan tersebut mengundang kritikan pedas dari peserta diskusi.

Pernyataan kontroversial itu dilontarkan oleh caleg Partai Aceh (PA) Darniati, salah satu dari empat pemateri diskusi.. “Bila PA kalah pada Pemilihan Umum (Pemilu) anggota Dewan, 9 April mendatang, Memorandum of Understanding (MoU) yang telah  disepakati akan hancur,” kata Darniati.

Stetmen tersebut langsung mendapat kecaman keras oleh kalangan aktifis dan mahasiswa peserta diskusi yang digelar oleh Pemerintah Mahasiswa (Pema) Unsyiah di Rodya cafe Banda Aceh. Salah satu peserta diskusi, Zuliani mengecam akan pernyataan calon politikus itu. “Kedamaian yang dirasakan saat ini bukan karena PA semata, namun juga karena air mata dan darah orang Aceh,” kata dia.

Untuk itu Zuliani, menyarankan bila Partai Aceh nantinya kalah dalam Pemilu, maka aspirasi yang tidak bisa mereka suarakan di parlemen nantinya. Maka dilakukan  lewat partai-partai yang memenangkan kursi parlemen di Provinsi Aceh itu. “Bukan mengorbankan perdamain Aceh yang telah terbina saat ini,” kata Zuliani.

Selain Darniati hadir empat pemateri lainnya seperti Maitanur (Partai SIRA), Raihana Diani (PRA), Asrida (Partai Golkar), Rita Indahyati (PKS) yang tiap-tiap mereka ikut andil bagian dalam memaparkan impian mereka bila terpilih sebagai slah satu dari legislator Aceh periode 2009-2014. Diskusi tersebut juga menghadirkan tiga penalis, Sarifah Rahmathillah dari Misspi, Bhakti dosen fakultas hukum Unsyiah dan Daspriani Zamzami dari  Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Banda Aceh.

Namun pada akhir pembicaraannya Dasniati mengatakan selaku partai yang memperoleh amanat dari Gerakan Aceh Merdeka  (GAM) maka sudah sepantaslah rakyat Aceh menberikan kepercayaannya untuk memenangkan Pemilu 2009 ini. Dalam upaya mengimplementasikan seluruh amanat dari MoU yang telah disepakati beberapa tahun silam di Helsinki. Dan tetap menjaga perdamaian Aceh yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Sumber : (The Globe Journal)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: