Jalan Tembus Antar Daerah Atasi Keterisoliran

20 03 2009

(Gayo Lues) Bupati Aceh Timur Muslem Hasballah beserta beberapa bupati/walikota mengikuti seminar sehari mengenai peningkatan jalan tembus antar daerah melalui kawasan ekosistem Lauser guna mengatasi keterisoliran.

Bupati Aceh Timur mengatakan, apabila jalan tembus tersebut sudah terwujud akan membawa keuntungan bagi kedua daerah terutama daerah Gayo Lues (Blang Kejeren) dan kabupaten Aceh Timur melalui jalan tembus Peureulak-Lokop-Blang Kejeren yang bisa ditempuh dengan jarak kurang lebih 150 Km.

Untuk itu Bupati Aceh Timur mengajak sejumlah daerah untuk membuat kesepakatan bersama atau membuat qanun yang mengatur tentang pembangunan jalan tersebut, termasuk hutan yang berada di sekitar jalan tersebut agar tetap terjaga kelestariannya.

Bupati juga mengimbau kepada pemerihati lingkungan jangan lagi peningkatan jalan tersebut menjadi isu sebagai alat pengrusakan hutan, akan tetapi pandanglah dari segi lainnya yang bisa memajukan daerah terutama dari segi kesejahteraan masyarakat.
Karena untuk keperluan badan jalan tembus antara Lokop sampai Blang Kejeren hanya diperlukan lahan seluas 63 hektar, dan jumlah ini masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan kepemilikan HGU.

Selain itu Bupati menegaskan, Amdal untuk peningkatan jalan tembus sudah ada, jadi jangan ada pihak lain merasa keberatan dengan keberadaan jalan ini, sebab jalan ini sudah ada semenjak jaman kolonial belanda dahulu, saat ini hanya meningkatkan jalan itu saja.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Timur H Yusuf Adam ST, jalan tersebut sudah pernah dilakukan pengerasan pada tahun 1996 yang lalu, akan tetapi kondisi badan jalan tersebut saat ini sudah banyak yang rusak karena tidak terawat, bahkan saat ini pemda sudah mengerahkan satu unit alat berat untuk melakukan perawatan jalan lintas tersebut.

Sementara Walikota Langsa, Zulkifli Zainon dalam seminar tersebut mengatakan sangat mendukung sepenuhnya pembangunan jalan tembus antar daerah guna menghindari keterisoliran masyarakat. “Jadi jangan lagi ada pihak-pihak ketiga yang mengambing hitamkan masalah jalan tembus ini merusak lingkunggan, perlu kita ingat bahwasannya Aceh ini adalah milik kita bukan milik LSM atau pihak lain,” katanya.

Seminar sehari ini diikuti oleh 11 kabupaten/kota seperti, Gayo Lues (tuan rumah), Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Agara, Aceh Tengah, Singkil, Aceh Selatan, Abdya, Nangan Raya dan Subulussalam. Acara seminar sendiri dilaksanakan di aula pendopo bupati Gayo Lues. Sementara itu WALHI tidak hadir dalam acara seminar tersebut.

Sumber (Harian Global)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: