Jatah Raskin Subulussalam Berkurang

30 03 2009

Jatah bantuan beras miskin (raskin) untuk Kota Subulussalam tahun ini berkurang sampai 40 persen dibanding tahun lalu. Banyaknya jatah menyusut membuat para kepala desa kelimpungan membagikan sesuai data yang mengacu pada hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) itu.

Kepala Desa Subulussalam Selatan, M Amrin Lembeng, kepada Serambi, Jumat (27/3), mengatakan, tahun 2008 desanya memperoleh jatah raskin untuk 240 kepala keluarga (KK) dan kini hanya tinggal 183 KK lagi. Akibat kekurangan jatah, ia terpaksa mengambil kibijakan mengundang masyarakat di desanya untuk bermusyawarah membicarakan sistem pembagian. Namun dari hasil konsultasi bersama pemerintahan setempat, kebijakan bagi rata tidak dapat dilaksanakan karena berdampak besar. “Sementara kalau tidak dibagi rata, banyak warga yang jauh lebih melarat tidak masuk dalam data justru penerima raskin,” katanya.

Hal senada disampaikan Lamin Capah, Kepala Desa Subulussalam. Tahun lalu desanya mendapat jatah raskin sebanyak 8,6 ton setiap bulan. Namun, pada tahun 2009 pagu yang ditetapkan hanya 5,4 ton per bulan.

Ia mengaku, dengan jatah raskin yang ditetapkan pihaknya masih harus membagi rata raskin meski tidak tercantum dalam daftar penerima. Kebijakan tersebut diambil lantaran hingga saat ini, banyak masyarakat di desa itu berekonomi lemah. “Umumnya masyarakat di sini berprofesi sebagai penarik becak, buruh bangunan, pekerja bongkar muat, dan pekerjaan kasar lainnya. Jadi jangan lantaran ada warga yang memiliki sepeda motor lantas tidak dianggap bukan dalam ketegori miskin. Padahal, sepeda motor yang digunakan sebagai penarik beca tersebut kebanyakkan dikredit warga,” bebernya.

Dia tidak mempersoalkan berkurang jatahnya raskin, tetapi yang menjadi persoalan adalah banyak waga yang hidupnya jauh lebih melarat tidak terdaftar dalam penerima raskin. Malah menurutnya, tak sedikit janda-janda tua dan anak yatim yang tidak mendapatkan jatah raskin. Padahal, sesuai ketentuan, warga penerima raskin juga akan mendapat dana bantuan langsung tunai (BLT).

Begitupun para kepala desa berharap kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait agar dapat mempertimbangkan kondisi tersebut, sehingga nantinya penerima BLT maupun raskin benar-benar warga yang pantas.

Kepala Gudang Bulog Subulussalam, Syafrizal ketika dikonfirmasi mengatakan tidak dapat mengomentari pengurangan jatah raskin ini, karena pihaknya hanya sebagai penyimpang dan penyalur raskin. Disebutkan, sesuai dengan Surat Gubernur, pagu raskin tahun 2009 sebanyak 117.030 kilogram per bulan untuk 7.802 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

Sumber : (Serambi Indonesia)


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: