Subulussalam Tampilkan Budaya Multi Etnis

15 09 2009

Subussalam, kota terbungsu di Provinsi Aceh,  ikut memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V dengan menampilkan adat dan budaya masyarakat multi etnis yang sekarang hidup harmonis di daerah berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

“Budaya yang kami tampilkan pada acara lima tahunan ini milik masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan sekarang berdomisili di Subulussalam. Budaya multi etnis ini yang kami bawa dan tampilkan di PKA,” kata panitia PKA Subulussalam Damhuri di Banda Aceh, tadi sore.

Kota Subulussalam merupakan daerah pemekaran dari kabupaten induk Aceh Singkil. Kota itu tercatat sebagai wilayah transit karena berada di perbatasan jalan lintas Aceh-Sumut. Kota transit itu  dilalui masyarakat sejumlah kabupaten di Aceh menuju Medan, Sumut.

Suku yang berdomisili di Kota Subulussalam antara lain suku Aceh asli, Aceh Singkil, Jawa, Batak, dan lainnya. Semua etnis yang menetap di daerah itu saling memberi dukungan terhadap berbagai program pembangunan, termasuk adat budaya.

Damhuri mengatakan, masyarakat multi etnis di daerah itu hidup harmonis dan semua adat budaya saling mengisi satu sama lain. Budaya masyarakat Jawa, yang populasinya mencapai 40 persen di daerah itu, terlihat damai dalam melahirkan kombinasi kultur menyatu, ujarnya.

“Masyarakat kami di Subulussalam bersatu dalam membangun budaya secara kaffah, termasuk budaya kerja,” kata Damhuri yang dibenarkan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Subulussalam HM Layari Kombih dan Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Ugot Pinem.

Layari Kombih mengatakan, perpaduan budaya multi etnis di Subulussalam terpatri dengan budaya Aceh yang sarat nuansa Islam. Jadi budaya multi etnis itu tetap dikembangkan bernuansa Islami yang lebih sarat isa dan menonjol dalam penampilannya.

“Adat budaya masyarakat Subulussalam dikembangkan sejalan dengan syariat Islam. Setelah Kota ini definitif, upaya ke arah itu dilakukan lebih intensif. Semua ini dilakukan untuk memperkaya khazanah adat dan budaya masyarakat,” kata Layari didampingi Ugot Pinem.

Panitia PKA Subulussalam Nurul Akmal mengatakan, penampilan budaya masyarakat kota terbungsu di Provinsi Aceh pada PKA V 2009 itu melibatkan hampir 300 peserta dan mengikuti 24 dari 25 cabang lomba yang dipertandingkan.

Source : Waspada Online


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: