Pemberantasan Illegal Logging Tak Konsisten

1 10 2009

Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kota Subulussalam akhir-kahir ini gencar menggelar razia kayu illegal di daerah ini. Dan, kebijakan tersebut berbenturan dengan hati nurani petugas pengaman kehutanan (Pamhut) setempat karena dinilai tidak konsisten alias “setengah hati”. Pasalnya, dalam prakteknya kayu yang ditangkap kembali dilepas. Hal itu disampaikan para anggota Pamhut Subulussalam pada wartawan, Sabtu pekan lalu di Pos Jaga, Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri.
Pernyataan ini terkait di lepasnya kayu milik salah seorang anggota dewan yang baru mereka tangkap. Mereka mengaku kecewa sebab diperintahkan melakukan penangkapan terhadap kayu illegal namun setelah ditangkap tiba-tiba disuruh lepas kembali. “Kami sangat kecewa, selalu ditugaskan untuk jaga tapi setelah ditangkap dilepas lagi,” keluh para anggota Pamhut yang minta namanya tidak diekspos.

Anggota pamhut mengaku apa yang mereka ungkapkan adalah aib sendiri namun hal itu terpaksa dilakukan karena sudah tak tahan lagi. Selama ini, mereka mengaku serba salah saat menangkap kayu. Bahkan dilaporkan baru-baru ini anggota Pamhut nyaris baku hantam dengan pemilik kayu. Sementara pihak atasan mereka terkesan buang badan dengan mematikan telepon genggam saat akan dihubungi. “Ini aib, kejelekan kami, tapi sudah tak tahan lagi, kita sudah tindak sesuai prosedur tapi rupanya di atas lepas,” beber mereka.

Ditambahkan, aktivitas perkayuan kini modus operasinya menggunakan Betor dan bisa dipastikan illegal karena selain ordernya malam jelang pagi, juga tidak memiliki dokumen sesuai aturan. Para anggota Pamhut terus membeberkan masalah yang berkaitan dengan kayu di dinas kehutanan Subulussalam. Karenanya, mereka menilai hanya sebagai korban penertiban illegal logging dan yang menjadi tumbalnya adalah para tukang beca. Di sisi lain, dan rekan-rekannya mempertanyakan dana operasional mereka sebesar Rp 250 ribu perbulan tidak kunjung diterima. Padahal, mereka mengaku telah menandatangani SK dana terkait.

Sementara masyarakat Subulussalam juga mengeluhkan tindakan penertiban kayu di daerah ini karena dinilai pilih kasih. Yasarif Pukak Adong, mengaku mendukung penertiban kayu illegal dengan catatan tidak hanya berlaku pada rakyat kecil tapi semuanya. Yasari yang juga penarik Beca Motor (yang biasa angkutan papan, kayu-red) mengaku hanya sebagai ongkosan. “Kalau memang ditertibkan, kenapa penebangannya tidak dilarang, jadi percuma kami ditangkap tapi yang lain bebas,” katanya.

Sementara itu, dinas kehutanan Subulussalam dilaporkan tidak pernah mensosialiasikan masalah pemanfaatan kayu kepada masyarakat setempat. Masyarakatpun takut bahwa proses pengurusan kayu untuk kepentingan pribadi seperti membangun rumah birokrasinya rumit. Karenanya, warga meminta kepastian hukum terkait kebutuhan kayu dan papan untuk masyarakat di Subulussalam.

Tidak Tahu
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kota Subulussalam Faisal yang ditanya secara terpisah membantah telah memerintahkan kayu tangkapan pamhut di sana. Dia berulangkali mengaku tidak tahu menahu tentang kayu yang dilepas. Anehnya lagi, Faisal mengaku tidak tahu bahwa anggotanya ada menangkap kayu pada Sabtu lalu.

Ia mengatakan tidak tahu terkait bebasnya bisnis kayu lat yang dibawa dari Subulussalam ke arah Medan, Sumatera Utara. “Saya tidak tahu itu, saya sama sekali tidak pernah melepaskan kayu. Yang ditangkap tetap ada dikantor,” kata Faisal. Soal, dana operasional Pamhut, Faisal berdalih kalau hal itu sengaja tidak disalurkan karena dari Dinas Kehutanan provinsi telah dianggarkan. Ditanya peran Dishut dalam penanganan illegal logging selama ini, Faisal mengaku keberadaan dinas kehutanan sangat lemah dalam penanganan illegal logging. Menyangkut kayu non komersial alias untuk kebutuhan masyarakat seperti membangun rumah, Faisal menjelaskan harus diusul melalui surat kepala desa yang kemudian sampaikan ke dinas kehutan dan selanjutnya diusul ke Provinsi. “Tapi kalau dilakukan tidak melalu prosedur tetap namanya illegal,” tandas Faisal.

Sumber : Serambinews


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: