Taati UU Lalu Lintas Yang Baru

5 10 2009

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Aceh Singkil-Subulussalam AKP Budi Harjo imbau seluruh lapisan masyarakat agar bersiap-siap menghadapi Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang peraturan  lalu lintas yang baru yang akan segera diterapkan.


“Masyarakat jangan sampai terkejut dengan undang-undang yang baru ini, karena bagi pelanggar akan diberi sanksi berat,” kata Budi Harjo kepada wartawan di Singkil, Kamis (1/10) kemarin.
Meski demikian, sebutnya, untuk menindaklanjuti imbauan itu dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat termasuk kepada pejabat publik.
Soalnya, dalam undang undang tersebut sanksi yang diberikan bukan saja kepada masyarakat pengendara kendaraan bermotor (Ranmor), tapi juga kepada pimpinan instansi (dinas, badan, kantor) yang terkait dengan pengelolaan jalan.
“Sebagai contoh, bila terjadi lakalantas (kecelakaan lalu lintas) dalam suatu tikungan akibat pandangan pengemudi ranmor terhalang semak-semak di tikungan tersebut, maka kepala dinas yang mengelola jalan bisa dikenai sanksi kurungan atau denda,” jelas Budi Harjo.
Namun sekalipun demikian, ia mengaku penerapannya tidak bisa seratus persen. “Tujuan peraturan ini kan untuk keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Jadi kalau di daerah kita akan terapkan hal hal yang paling wajib. Umpamanya klakson sepeda motor, ketimbang kaca spionnya, lebih wajib  klakson,” urai Budi Harjo atas salah satu kelengkapan sepeda motor yang dendanya paling kecil  Rp100 ribu itu.
Terkait pelaksanaannya, tambah Budi Harjo, pihaknya telah menyurati dinas yang terkait, seperti dinas perhubungan agar dapat memasang tanda (rambu) jalan.
Demikian halnya dengan dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam hal perawatan jalan, sehingga pelaksanaan undang undang itu nantinya tidak berbenturan antara satu dengan yang lainnya.
Catatan Global, sanksi yang dikenakan dalam pelanggaran peraturan ini  minimal Rp00 ribu dan maksimal Rp 75 juta. Di antaranya pengemudi yang tidak bisa menunjukkan SIM (karena tertinggal) akan dikenai denda Rp 250 ribu atau kurungan 1 bulan, sementara bagi yang sama sekali  tidak memiliki SIM didenda Rp 500 ribu atau penjara selama 3 bulan.
Demikian halnya dengan sabuk pengaman dan helm. Baik pengemudi maupun boncengan, bagi yang tidak memakai akan dikenai denda langsung di TKP Rp 250 ribu.

Sumber : Harian Global


Actions

Information

One response

22 03 2010
lia

bagus tuh peraturan.. hehe.. tp perlu di sosialisasikan dengan benar.. percuma ada peraturan tp ga di sosialisasikan.. gw pernah ikut gerakan Shell Road
Safety.. nah program serupa patut di gelar..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: