Tunggakan Iuran Listrik di Subulussalam Capai Rp. 5,6 Milyar

2 11 2009

Kesadaran pelanggan PLN membayar tagihan tepat waktu dipertanyakan. Akibat dari hal ini pada semester II tahun 2009, tagihan rekening yang tertunggak di Subulussalam mencapai Rp5,6 milyar. Manager PLN cabang Subulussalam, Defiar Anis, siang ini, mengatakan, jumlah tunggakan yang belum terbayar khsusus untuk PLN ranting Kotafajar, kabupaten Aceh Selatan tercatat menduduki urutan pertama tunggakan listrik terbesar se-cabang Subulussalam yaitu Rp3,5 milyar atau 62 persen.

“Beban ini tidak sebanding dengan biaya operasi yang cukup tinggi. Akibat dari hal ini dari sisi pendapatan tidak seimbang,” katanya.

Pelanggan, katanya, diminta segera melunasi tagihan listrik. Jika tidak mengindahkan, harus siap menghadapi penyelesaian penagihan melalui jalur pemutusan dan pembongkaran. Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menyiapkan data yang dibutuhkan dalam penertiban tunggakan rekening listrik.

Jika himbauan tidak mendapat respon dari pelanggan, pihaknya akan segera menurunkan petugas tim pemutusan dan pembongkaran kWh. “PLN melakukan operasi besar-besaran pemutusan sambungan arus listrik kepada para pelanggan bandel,” ujarnya.

Dikatakan, untuk mengurangi beban tunggakan rekening listrik, pihaknya akan menurunkan tim pemutusan untuk mendatangi para pelanggan dari rumah ke rumah. Pelanggan yang tunggakannya lebih dari satu bulan, dilakukan pemutusan sementara.

Pelanggan dengan tunggakan lebih dua bulan, dilakukan pembongkaran. Sehingga kepada pelanggan yang hingga saat ini belum membayar rekening listrinya di atas satu bulan, diharapkan segera membayar tunggakan rekening listriknya.

Ditambahkan, kegiatan pemutusan ini meliputi ranting kecamatan Kluet Utara, Selatan, Timur dan Pasie Raja. Kemudian, wilayah Bakongan dan Bakongan Timur. Selanjutnya, kawasan kecamatan Trumon, Trumon Timur dan kecamatan Kluet Tengah.

Kesadaran masyarakat maupun instansi lain, katanya, dalam membayar tunggakan rekening listrik, akan mengurangi beban PT PLN Subulussalam. Disisi lain, Defiar menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan tegangan listrik.
“Jika saja pelanggan melunasi tunggakan tersebut, pihak PLN akan dapat menambah mesin pembangkit daya 2000 kW di kota Fajar untuk mengantisipasi persoalan drop tegangan selama ini. Jadi sekarang tergantung pelanggan,” ujarnya.

 

Sumber : Waspada Online


Actions

Information

One response

11 11 2009
yasir

PLN dan masyarakat sekarg lg bermusuhan…masyarakat geram terhadap PLN karena lampu sering padam..dan melakukan mogog pembayarn rekening..dan PLN pun ber alasan pemadaman dikarenakan kekurangan mesin dikarenakn tidak ada biaya..

wah klo saling menyalahkan kapan majunya negara ini…
weleh-weleh…ayo donk intropeksi diri sendiri jgn egois gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: