DPRK minta pembelian bibit coklat ditunda

29 12 2009

DPRK Subulussalam minta pihak pengguna anggaran, dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kota Subulussalam menunda pembelian (pembayaran) bibit coklat kepada rekanan terkait. Pasalnya, pengadaan bibit coklat sebanyak 125 ribu batang dengan pagu anggaran Rp635.000 juta dari dana Otonomi Khusus (Otsus) dinilai sarat masalah.

“Indikasi itu ditemukan saat pihaknya melakukan Pansus dan reses ke Kecamatan Sultan Daulat dua pekan silam,” kata ketua komisi B DPRK Subulussalam, Netap Ginting, tadi siang.

Disebutkan, bibit yang disalurkan tidak sesuai spek (penyaluran tidak sesuai ketentuan), dimana pihak rekanan seharusnya menyalurkan bibit umur lima bulan, kenyataannya disalurkan umur 2,5 bulan.

Selain itu, diindikasi bibit penyakitan (bercak daun warna kecoklatan), bahkan ditemukan ada bibit yang tinggal satu daun, seperti lidi sehingga tingkat kesuburan bibit diyakini tidak sempurna.

Bahkan, katanya, dari laporan masyarakat yang diterima, masyarakat terpaksa mengembalikan bibit coklat terkait kepada pihak pengadaan karena kondisi bibit tidak baik.

“Komisi B mendukung program ini, tetapi penyalurannya semestinya sesuai spek-lah,” tandasnya.

Sumber : Waspada Online


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: