Terkait kasus Trafficking : Pemko Subulussalam Diminta Ikut Bertindak

3 01 2010

Kasus perdagangan manusia atau trafficking terhadap sejumlah kaum perempuan yang  di Kota Subulussalam menimbulkan keprihatinan sejumlah kalangan di daerah tersebut.  “Mulai maraknya trafficking di Subulussalam sungguh sangat memprihatinkan, Ini harus segera ada solusi dan perencanaan strategis dari semua pihak untuk menangkalnya,” kata Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik untuk Rakyat (LP-KaPuR), Ir Hasby BM kepada Serambi, Sabtu (19/12) kemarin

Hasby mengimbau semua pihak agar peduli dengan kasus penjualan manusia tersebut. Anak-anak, ujarnya, merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi dan dijaga dari segala ancaman bahaya. Hasby juga menyinggung Dinas sosial maupun bagian pemberdayaan perempuan di Pemko Subulussalam karena dinilai kurang peka terhadap berbagai masalah yang menimpa kaum perempuan dan anak-anak di daerah tersebut. Mulai dari kasus pencabulan, pemerkosaan anak di bawah umur hingga perdagangan manusia yang baru-baru ini terbongkar.

Menurut Hasby harusnya Pemerintah Kota Subulussalam melalui bagian pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan sosial memiliki sikap responsive terhadap berbagai kasus yang menimpa kaum perempuan di sana. Hasby menilai pentingnya kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya trafficking dan kebijakan pemerintahan terkait dengan masalah ini. “Jadi, bagian pemberdayaan perempuan maupun dinas sosial jangan jangan terpaku pada kegiatan seremonia saja,” kata Hasby

Di sisi lain, Pemerintah Kota Subulussalam juga diminta ikut mendampingi dan membantu korban perdagangan anak di bawah umur atau trafficking karena kasus itu dinilai akan berpengaruh bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Melalui instansi seperti dinas sosial atau pemberdayaan perempuan membantu korban pelecehan seksual termasuk memberikan bantuan fasilitas pengobatan atau rehabilitasi mental dan psikologi korban.

Secara terpisah Ketua MPU Kota Subulussalam, Tgk H Qaharuddin Kombih juga menyampaikan keperihatinannya terhadap kasus trafficking dan pemerkosaan yang terjadi di Kota Subulussalam. Masalah ini menurut Qaharuddin harus menjadi perhatian serius dari semua pihak baik pemerintah, ulama dan masyarakat.  “Sebagai ulama, kami juga sudah melakukan berbagai hal seperti ceramah-ceramah terkait berbagai masalah dan ini akan menjadi catatan bagi MPU ke depan dalam melakukan kegiatan,” kata Qaharuddin

Di sisi lain, Qaharuddin mensinyalir masih adanya sejumlah tempat maksiat di Kota Subulussalam. Karena itu, sebagai ketua MPU, Qaharuddin meminta aparat terkait segera membersihkan lokasi tersebut dari segala hal yang merusak moral. Dalam hal ini, Qaharuddin menyarankan agar razia yang digelar disusun dengan rapi agar tidak masuk angina. Pasalnya, sangat kerap terjadi setiap razia aparat tidak menemukan barang bukti apapun lantaran diduga telah bocor.

Seperti pemberitaan sebelumnya, sebanyak empat orang warga Subulussalam, dilaporkan telah menjadi korban perdagangan manusia (Trafficking), oleh tersangka Rahmat Manulang (23) yang diringkus aparat Polsek Simpang Kiri, Polres Aceh Singkil-Kota Subulussalam, Selasa (15/12 lalu. Keempat perempuan yang diduga menjadi korban masing-masing Wid (16), Ram Bru M (19), Er (20) dan As (28).

Sumber : Serambi Online


Actions

Information

One response

13 01 2010
Marwan Longkib

Hukum dengan seberat2nya pelaku yang telah melakukan tindakan bujat utu!!!
kepada pihak keluarga korban, kami merasa prihatin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: