Tak Lulus CPNS, Jalan Di Palang

2 02 2010

Dipalang pemilik Pintu gerbang jalan masuk ke Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Kota Subulussalam dipalang pemiliknya, Senin (1/2) lantaran anaknya tidak diangkat menjadi CPNS sebagaimana pernah dijanjikan pemerintah. SERAMBI/KHALIDIN

Hasil testing calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diumumkan Minggu (31/1) lalu, sepertinya meninggalkan rasa kecewa yang mendalam bagi keluarga Akib Sambo, di Subulussalam. Sebab, seorang anaknya yang ikut tes penerimaan CPNS 2009 itu, ternyata tidak lulus. Ia pun kemudian memalang (menutup) akses jalan ke SDN 4 Subulussalam yang dibangun di atas sebidang tanah yang sudah dihibahnya.

Kekecewaan Akib Sambo (79) itu cukup beralasan, mengingat ketika ia merelakan sebidang tanah miliknya yang berukuran 40 x 50 meter persegi untuk dibangun gedung SD itu pada 1998 lalu, tanpa ganti rugi, dengan syarat seorang anaknya harus diterima dan diangkat menjadi PNS. “Syarat ini disanggupi dan ada surat perjanjiannya. Tapi, sampai sekarang belum dipenuhi, bahkan saat ikut tes CPNS 2009 kemarin juga tidak lewat,” katanya kepada Serambi, di Subulussalam, Senin (1/2).

Diceritakannya, Ismail K (saat itu penilik TK/SD) dan Ishar Khalid (saat itu Kepala Desa Subulussalam) menemui dirinya dengan mengatasnamakan Pemkab Aceh Singkil. Ketika itu disepakati bahwa seorang anaknya akan diangkat menjadi PNS sebagai balas jasa atas kesediaannya menghibah tanah pertapakan sekolah tersebut. “Setelah beberapa kali dipertanyakan, pada 14 April 2003 dibuat surat pernyataan. Tapi sampai Aceh Singkil dimekarkan, janji pihak Dinas Pendidikan itu tidak juga direalisasikan,” kata Akib.

Yang lebih mengecewakan lagi, kata Akib, dalam seleksi penerimaan CPNS 2009 lalu, seorang anaknya yang bernama Halimah A.Ma tidak juga lulus menjadi PNS. Ironisnya, saat masalah tersebut diusulkan kepada petinggi daerah ini, Akib mengaku dimintai uang. “Kalau harus pakai uang, saya rasa di daerah Dairi (satu kabupaten di Sumatera Utara-red) sana pun anak saya bisa lulus,” sesal Akib seraya menyatakan dirinya tidak rela kalau tanahnya diganti rugi walaupun bernilai ratusan juta.

Karenanya, Akib mengambil jalan pintas dengan memagar pintu masuk sekolah. Akib sendiri mengaku tidak ingin mengganggu proses belajar mengajar murid karenanya yang di pagar pintu masuk bukan pintu sekolah. “Tapi kalau tetap tidak ada solusi saya akan bangun rumah di sini (pintu masuk-red), karena jalan ini juga tanah saya,” tegas Akib yang berulang-ulang mengaku sangat kecewa pada pemerintah.

Dikatakan, penutupan jalan akses ke SDN 4 Subulussalam yang dibangunan di atas tanah miliknya itu dimaksudkannya sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai ingkar janji. “Ini jalan terakhir, karena pemerintah tidak mau memenuhi janjinya. Sudah berulangkali kami pertanyakan, tapi tetap tidak ada jawaban,” ujar Akib Sambo

Kepala SDN 4 Subulussalam, Jufrizal, mengakui bahwa proses belajar mengajar di sekolahnya tetap berjalan seperti biasa. Walaupun ada penutupan jalan, para murid maupun guru masih diperkenankan masuk lewat jalan setapak. Namun, ia berjanji akan membicarakan masalah ini dengan aparat desa dan Dinas Pendidikan setempat. “Kita akan sampaikan masalah ini kepada Walikota atau Sekda melalui Dinas Pendidikan Kota Subulussalam,” katanya.

Minta diusut
Sementara itu, komponen sipil Kabupaten Aceh Selatan, meminta hasil tes CPNS 2009 yang diumumkan melalui media massa Minggu (31/1) lalu, diusut secara tuntas, karena proses rekrutmen CPNS di daerah itu disinyalir sarat dengan nuansa KKN. Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh, Devi Satria Saputra dan Sekretaris Pemuda Aceh Selatan (PAS) Juli Saidi, kepada Serambi, mengaku sangat prihatin terhadap rekruitmen CPNS di daerah itu yang masih sarat dengan nuasa KKN.

Dugaan adanya praktik KKN itu muncul karena nama-nama peserta yang dinyatakan lulus kebanyakan dari keluarga pejabat. Bahkan juga ada yang lulus di dua formasi. “Patut dipertanyakan, kenapa ada peserta yang lulus di dua formasi, bukan satu orang saja tapi mencapai tujuh orang. Ada apa ini,” katanya mempertanyakan.

Menurutnya, peristiwa itu telah menibulkan kesenjangan sosial di kalangan masyarakat setempat. Melihat banyaknya terjadi kecurangan dalam seleksi penerimaan CPNS di jajaran Pemkab setempat, maka diminta pihak berwajib segera melakukan pengusutan terhadap kecurangan tersebut. “Masyarakat khawatir jika hal itu dibiarkan kecurangan akan semakin merajalela dan dapat merugikan semua pihak yang berada di daerah tersebut.

Selain itu, ia mendesak DPRK setempat membentuk Tim Pansus untuk menelusuri hasil pengumuman CPNS yang disinyalir sarat KKN. “Bapak Dewan jangan diam, harus usut penyimpangan itu hingga tuntas,” demikian Juli Saidi.  Koordinator Komunitas Muda Subulussalam (KMaS), Zulyadin SH, juga menyatakan kekecewaannya terhadap hasil seleksi CPNS 2009 di daerah itu. Pasalnya, hanya sekitar 25 persen saja putera daerah dari 581 peserta yang dinyatakan lolos tes CPNS. Buntut dari kekecewaan itu, KMaS menyatakan akan menggelar aksi unjukrasa besar-besaran ke kantor Walikota dan DPRK Subulussalam. “Kami sungguh sangat kecewa, kami akan menggelar demo besar-besaran,” ancam Zulyadin.

Melanggar HAM
Tindakan kecurangan hasil tes seleksi CPNS telah memunculkan banyak reaksi dari berbagai pihak, termasuk pegiat hak asasi manusia (HAM) di Aceh. Karena kecurangan yang dilakukan tersebut termasuk dalam kasus unsur pelanggaran HAM sesuai dengan UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM. Untuk itu setiap masyarakat yang dirugikan dalam kasus ini supaya segera melaporkan kepada polisi.

Demikian pernyataan Koordinator KontraS Aceh, Hendra Fadli dan Pj  Koordinator Tim Pembela Kasus Aceh (TPKA), Imran Mahfudi SH yang dihubungi Serambi, kemarin, secara terpisah. Menurut Hendra, dalam perspektif HAM, fenomena curang yang terjadi dalam seleksi CPNS merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Apalagi kecurangan tersebut, katanya, diduga kuat ikut melibatkan otoritas yang berwenang atau memiliki kekuasaan untuk mengatur dan menetapkan lolos atau tidaknya CNPS yang mendaftar dan ikut tes. “Apalagi ada yang tidak ikut tes bisa lolos. Ini kan sudah secara nyata menghilangkan hak dan kesempatan orang lain yang memenuhi syarat dengan ikut serta sebagai peserta tes,” katanya.

Jika merujuk pada Pasal 38 ayat (1) dan (2) UU No.39 tahun 1999 tentang HAM, yang menyebutkan bahwa setiap warga negara, sesuai dengan bakat, kecakapan dan kemampuan, berhak atas pekerjaan yang layak. Dan, setiap orang berhak dengan bebas memilih pekerjaan yang disukainya dan berhak pula atas syarat-syarat ketenagakerjaan yang adil. “Jadi kalau curang, ini termasuk kasus besar yang diusut tuntas,” pintanya.

Selain melanggar UU No 39 tahun 1999, katanya, perbuatan tersebut juga bertentangan dengan Pasal 6 Konvenan Hak ekonomi sosial dan budaya yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia. “Untuk itu, kita menghimbau kepada peserta dan saksi lainnya yang megetahui adanya indikasi kecurangan dalam seleksi CPNS di Aceh untuk melaporkan perihal tersebut kepada kepada polisi maupun kantor perwakilan Komnas HAM Aceh. Sebab, kasus ini kalau tidak dilaporkan tidak bisa ditindaklanjuti,” ujar Hendra.

Hal senada juga diungkapkan Pj Koordinator TPKA, Imran Mahfudi SH, yang menyebutkan praktek curang dalam proses rekruitmen CPNS bertentangan dengan hukum, moral dan etika, sehingga siapapun yang diduga terlibat harus diberi sanksi yang tegas, baik pejabat di kabupaten maupun pejabat di provinsi. “Polisi harus proaktif untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan tersebut, ini tidak boleh dibiarkan, karena praktek-praktek curang tersebut disamping merugikan para peserta tes yang lain juga sangat merugikan pemerintah daerah,” katanya.

Dikatakannya, karena rekruitmen CPNS dilakukan secara terpusat oleh Provinsi, maka Gubernur Provinsi Aceh harus bertanggung jawab terhadap segala kecurangan yang terjadi, Gubernur harus mampu membuktikan bahwa Tes CPNS yang telah dilaksanakan benar-benar terlepas dari praktek-praktek KKN. “Jika terbukti ada pejabat yang terlibat maka Gubernur harus berani untuk memberhentikan pejabat tersebut,” pungkasnya.

Sumber : Serambinews

Sumber Gambar : Serambinews


Actions

Information

One response

26 04 2010
jacky

benar2-tuh orang…..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: