Hukum Ala Subulussalam: Sudah Napi Masih Bisa Ikut Sidang Dewan * Pakai Seragam Dinas Pula

20 02 2010

Hukum di negeri ini memang warna warni. Ada maling ayam yang babakbelur duluan sebelum masuk ke kantor polisi. Ada markus yang bisa atur penegak hukum. Dan di Subulussalam, ada napi yang bisa keluar masuk penjara sesuka hati, dan malah berdinas ke kantor pemerintah pula. Inilah kehebatan Bicar Sinaga, narapidana kasus narkoba jenis sabu sabu (SS), yang tidak lain adalah Pj kepala Dinas Perhubungan, Telematika, dan Pariwisata (Kadishubtelpar) Subulussalam. Baru tiga hari dia dijebloskan ke bui, tapi sudah bisa keluar lagi. Padahal ia dikenakan hukuman tujuh bulan kurungan plus denda Rp 2 juta.

Luar biasa! Baru tiga hari dijebloskan ke bui, Bicar Sinaga sudah diberi kesempatan assimilasi, oleh pihak rutan. Tak diketahui apakah, langkah asimilasi juga diberikan kepada napi lain, misalnya maling sandal atau pencuri jemuran yang mungkin saja ada di Rutan Cabang Singkil itu. Keheranan warga, termasuk sejumlah penegak hukum di daerah ini muncul lantaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Singkil, tiga hari lalu baru saja melakukan eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengharuskan Bicar Sinaga cs dipenjara selama tujuh bulan dan denda Rp 2 juta. Napi lain yang disebut-sebut juga di luar LP itu adalah, Ishaq Risakota, staf Sekretariat DPRK Aceh Singkil dan Abdurahman Malao, kabid di Dinas Perhubungan Aceh Singkil. Sementara dua napi lainya dalam kasus yang sama, Badirsyah bekas anggota DPRK Aceh Singkil dan Rina wanita asal Medan, Sumatera Utara, tidak diketahui keberadaanya.

Pihak Rutan Cabang Singkil, mengatakan hanya Bicar Sinaga, yang tidak dikurung, karena menjalankan asimilasi (proses pembinaan narapidana di dalam kehidupan masyarakat), sedangkan yang lainya ditahan. “Hanya Pak Bicar yang di luar, lainya ada semua,” kata Ali Asfar, SH Kepala Tata Usaha (Ka TU) Rutan Cabang Singkil, Jumat (19/2) kemarin.

Ikut Sidang Dewan
Bicar Sinaga, Kamis (18/2) lalu tampak berada di Kota Subulussalam, melakukan aktivitas seperti biasa. Selain masuk kantor, Bicar terlihat duduk di sudut sebelah kanan meja rapat gedung DPRK Subulussalam, Jalan Pertemuan, Simpang Kiri, memakai seragam dinas perhubungan, mengikuti jalannya sidang pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Subulussalam Tahun 2010, kemarin. Sedangkan Ishaq Risakota, terlihat keluar dari Rutan Cabang Singkil di Kampung Baru, Singkil Utara, menggunakan sepeda motor saat wartawan datang ke sana. Menanggapi keluarnya Ishaq Risakota, Ka TU Cabang Rutan Singkil, menyatakan yang bersangkutan hanya pergi sebentar untuk membeli sesuatu. Soal keberadaannya di luar rutan, Bicar mengatakan karena kepentingan tugas dan tidak hanya dirinya tapi dua orang rekannya yang juga PNS yakni Abdurrahman Malao dan Ishaq Risakota, berada di luar rutan. “Kami tiga orang di luar, kecuali Badir. Tapi jangan lagi kau buat, tolong lah. Kami hanya berada di luar pada siang hari dan kembali ke rutan,” kata Bicar.

Ketika ditanya alasan Bicar Sinaga diberi asimilasi, Ka TU Rutan Cabang Singkil Ali Asfar mengatakan, alasan pastinya yang mengatahui adalah Kepala cabang Rutan Singkil, Irfan Riandi, S.Sos. “Untuk mengetahui lebih jelas alasan asimilasi terhadap Pak Bicar, sebaiknya tanya Pak Kacab Rutan, beliau sedang berada di Banda Aceh. Yang pasti asimilasi ada dua, di dalam rutan dan di luar rutan, alasnyapun tanya sama pimpinan saja,” ujar Ali Asfar yang berulang kali mengatakan alasan Bicar Sinaga di luar Rutan agar ditanya ke pimpinannya, sebab sepengetahuannya perosedur asimilasi Bicar di luar rutan telah sesuai prosedur.

Tangkap
Secara terpisah Kapolres Aceh Singkil AKBP Helmi Kwarta, yang dikomfirmasi wartawan tentang Bicar Sinaga cs, tidak menjalani hukuman kurungan padahal telah dieksekusi kejari Singkil, memerintahkan anggotanya untuk menangkap. “Mereka harus ditangkap. Karena telah dieksekusi dalam kasus sabu, koordinasikan dengan Kapolsek di wilayah narapidana berada,” kata Helmi memberi instruksi kepada Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil Iptu Jatmiko.

Sedang dipelajari
Sementara Wali Kota Subulussalam Merah Sakti SH mengatakan masih melakukan pengkajian terhadap status Pj Kadishubtelpar setempat, H Bicar Sinaga. Hal itu disampaikan, Kamis (18/2), menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 1578 K/Pid.Sus/2008 yang isinya menolak kasasi yang dimohonkan terdakwa Bicar Sinaga cs atas putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh seperti diberitakan sebelumnya. Merah Sakti yang dikonfirmasi sesaat sebelum melakukan pertemuan dengan keluarga besar Satpol PP dan WH, menyatakan hingga saat ini status Bicar Sinaga masih sebagai Kepala Dinas Perbuhungan setempat. Pihaknya sedang mempelajari isi putusan MA apakah Bicar harus ditahan. Wali Kota mengatakan tidak bisa serta merta mencopot seorang kepala dinas tanpa terlebih dahulu melakukan pengkajian. “Sampai saat ini dia (Bicar Sinaga-red) masih kepala dinas, kan tidak mungkin hanya karena desakan LSM langsung dicopot, kalau seperti itu kan sudah rapuh pemerintahan. Jadi, kita perlu pelajari dulu masalahnya kalau memang harus ditahan ya bisa saja akan diganti,” terang Sakti.

Sementara Kepala Bagian Organisasi dan Hukum (Orgahum) Subulussalam, Asmardin SH mengatakan sesuai aturan jika seorang pejabat telah jelas secara hukum terpidana harus diganti. Menyangkut dengan Bicar Sinaga, menurut Asmardin secara hukum kasus Bicar Sinaga sudah jelas yakni sesuai putusan MA yang menolak kasasinya atas Pengadilan Negeri Tinggi Aceh. “Jadi ini sesuai dengan PP 30 tentang disiplin PNS. Kan tidak mungkin seorang napi masih menjadi pejabat,” kata Asmardin.

Sebagaimana telah diberitakan, Kejari Singkil, Selasa (16/2) lalu, mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengakibatkan dikurungnya Bicar Sinaga dan empat kawannya yang pada tahun 2007 terlibat pesta sabu-sabu di Gunung Meriah, Aceh Singkil. Kepala Kejaksaan Negeri Singkil, Yuswadi MH melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Sapta Putra, mengatakan eksekusi itu dilakukan karena putusan MA sudah memiliki kekuatan hukum tetap, sehingga tak ada alasan lagi untuk menunda eksekusi. “Eksekusi kita lakukan hari ini (Selasa 16 Februari-red). Tidak ada alasan lagi untuk menunda. Semua terdakwa langsung dimasukkan ke LP untuk menjalani hukuman,” kata Sapta Putra.

Sumber : Serambinews


Actions

Information

One response

1 03 2010
marwan longkib

hukum ternyata emang bisa dibeli dwengan uang hasil korupsi…udah tau bermental binatang, masih diangkat juga jadi pejabat!!!! KELAUT AJA LU…!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: