Jalan Menuju Objek Wisata Memperihatinkan

17 08 2010

Pemerintah Kota Subulussalam didesak agar segera membangun jalan menuju lokasi objek wisata pemandian alam, Lae Pendulangan, Kecamatan Sultan Daulat. Pasalnya, kondisi jalan sepanjang tiga kilometer sangat memperihatinkan akibat tidak beraspal.”Padahal, setiap hari libur, menjelang puasa atau lebaran ribuan warga berekreasi tapi jalannya parah kali,” kata Kepala Desa Namo Buaya, Rahmat Sagala kepada Serambi Selasa (10/8) kemarin.

Menurut Rahmat,  jalan sepanjang tiga kilometer menuju lokasi pemandian alam indah atau yang dikenal dengan sebutan irigasi hingga kini belum tersentuh aspal. Akibatnya, para pengunjung objek wisata ini selalu mengeluh karena kesulitan saat melintas menuju ke sana. Kondisi jalannya, kata Rahmat, tak ubahnya seperti kubangan kerbau karena jalan yang berupa tanah menjadi lumpur saat musim penghujan. Selain itu, pada musim kemarau jalan di sana berubah menjadi tebaran debu tebal sehingga sangat menyesakkan napas pengunjung utamanya pemakai sepeda motor.

Lebih jauh dikatakan, objek wisata pemandian alam indah ini sebenarnya telah lama dibuka, yakni sejak tahun 2007 lalu. Akan tetapi, sarana dan prasaranan di lokasi tersebut masih sangat minim. Padahal, saat ini, pemandian irigasi satu-satunya lokasi rekreasi keluarga yang selalu padat pada setiap hari libur maupun akhir pekan. Seperti memasuki bulan ramadhan saat ini, sejak Minggu lalu, lokasi ini telah dipadati oleh ribuan pengunjung dari berbagai daerah tidak hanya Subulussalam namun tak sedikit warga dari kabupaten tetangga seperti Aceh Selatan dan Aceh Singkil.

Ditambahkan, untuk menarik pengunjung, pengelola mendatangkan hiburan rakyat selama dua hari berturut-turut. Walaupun jalan sangat memperihatinkan dengan kondisi penuh lubang menganga, pengunjung tetap rela berdatangan sekadar melepas penat. Rahmat mengaku telah berulangkali mengusulkan pembangunan jalan terkait namun hingga kini belum pernah mendapat respon dari dinas terkait. “Sekarang yang menjadi masalah jalan ini, warga sering mengeluh sama saya. Kalau begini terus bagaimana pemerintah dapat mengembangkan potensi wisatanya, untuk membangun jalan saja susah,” tandas Rahmat.

Sumber : Serambinews


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: