Masyarakat NAD Cenderung Apatis

23 08 2010

Lima tahun pascapenandatanganan nota kesepahaman damai pemerintah RI-Gerakan Aceh Merdeka, Nanggroe Aceh Darussalam tidak bergerak maju. Bahkan, masyarakat cenderung apatis dan tidak peduli dengan keberadaan pemerintah hasil pemilihan kepala daerah akhir tahun 2006.

.

Mereka sudah tidak peduli lagi dengan kondisi pemerintahan yang tidak memikirkan hidup rakyat.
— Juanda Kamal

Juanda Jamal, juru bicara Konsorsium Aceh Baru, kepada para wartawan di Banda Aceh, Senin (23/8/2010), mengatakan, tanpa pemerintahan yang sedang berjalan, masyarakat bisa menjalankan ekonominya.

“Masyarakat tanpa pemerintah akan tetap hidup. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan kondisi pemerintahan yang tidak memikirkan hidup rakyat,” katanya.

Dia mengatakan, hasil pengamatan dan penelitian lapangan di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi ini menunjukkan gejala yang sama, masyarakat dan pemerintah berjalan pada jalur masing-masing. Sementara, akademisi, baik di ibukota provinsi maupun di daerah, terbenam dengan kesibukan masing-masing. “Kalaupun ada, mereka menjadi tim asistensi atau pembantu para kepala daerah. Mereka tidak berani berbicara karena berada di ketiak penguasa,” katanya.

Hasil pengamatan lapangan konsorsium di seluruh wilayah dan ibukota provinsi menunjukkan masih sangat lemahnya kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat, baik DPR Aceh maupun DPR di masing-masing kabupaten/kota. Mayoritas anggota DPR tidak bisa menghasilkan qanun atau peraturan daerah yang berpihak pada pengembangan masyarakat. Dampaknya, kata Juanda, alokasi anggaran secara otomatis juga tidak berpihak kepada rakyat.

“Kualitas pengawasan anggota legislatif terhadap kerja pemerintah atau eksekutif sangat rendah,” katanya.

Hal lain yang ditemukan adalah tidak adanya kebijakan anggaran yang tepat oleh pemerintah atau eksekutif, tidak berjalannya pengawasan terhadap kerja satuan kerja pemerintah daerah (SKPD), dan tidak kreatifnya pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran. Akibatnya, peningkatan pendapatan daerah tidak terjadi secara signifikan.

Di beberapa daerah, katanya, dengan anggaran yang ada, pemerintah tidak mampu memacu pertumbuhan sektor riil. Bahkan yang terjadi adalah defisit anggaran di beberapa daerah.

Sumber : Kompas.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: