Jalan Provinsi di Subulussalam Rusak Parah

17 01 2011

Belasan kilometer jalan provinsi pada ruas Kota Subulussalam menuju Kecamatan Runding sejak dua tahun terakhir ini rusak parah. Kondisi itu menyebabkan pengendara yang melintas harus hati-hati karena khawatir terjadi kecelakaan lalulintas.

Pantauan Serambi, Sabtu (15/1) kerusakan jalan telah terjadi sejak di persimpang tugu Subulussalam hingga Simpang Suka Makmur. Kondisi terparah terjadi sejak dari turunan depan Puskesmas Simpang Kiri hingga Tanjakan Sikalondang, dan sebahagian besar badan jalannya “kriting” dengan lubang-lubang yang menganga hingga dua meter. Kedalaman lubang yang mencapai 25 centometer membuat kendaraan berbodi kecil kesulitan melintas.

Lubang jalan lainnya menghiasi hingga ke Desa Kampung Badar dan Teladan Baru. Tidak hanya itu, kondisi jalan yang sangat vital bagi masyarakat Kota Subulussalam bagai tak bertuan karena tampak semak-semak yang mempersempit ruas jalan. Warga mengaku akibat buruknya sarana jalan tersebut  telah banyak mencelakakan pengendara khususnya pengendara motor terutama musim penghujan dan malam hari.”Sering kecelakaan karena banyak lubang besar,” kata Syamsuddin, salah seorang pengendara.

Kondisi serupa juga terjadi pada ruas jalan nasional Subulussalam-Tapaktuan. Selain sudah banyak berlubang juga terdapat badan jalan amblas seperti di simpang Jongkong, Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat dan Kedabuhen, Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan. Kecuali itu, di pinggiran jalan semak rumput mulai menyempit ke badan jalan. Lubang-lubang juga menghiasi jalan dua jalur Kota Subulussalam. Karena itu, warga mendesak pemerintah provinsi agar segera memperhatikan kondisi jalan tersebut sebelum menimbulkan korban.

Selain itu, Pemerintah Kota Subulussalam diminta agar mengalokasikan dana untuk mengaspal sejumlah badan jalan di pusat kota. Seperti jalan di Lorong Kombih, Subulussalam Utara. Sepanjang 200 meter ruas yang menghubungkan Jalan Pertemuan ke Malikussaleh kini rusak parah. Kondisi yang sama juga dikeluhkan masyarakat yang bermukim di lorong Cinta Dame atau Jalan Lae Mate, Subulussalam Barat. Di sana ada sepanjang 250 meter jalan masih berupa tanah hingga menjadi “bubur lumpur” saat musim penghujan.”Kalau hujan seperti bubur lah lumpurnya,” kata Ali Basya, warga setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Subulussalam, Anasri, yang ditanyai mengatakan untuk ruas jalan provinsi sudah pernah diusulkan. Kendati demikian, pihaknya akan kembali mengusulkan kepada pemerintah provinsi pada anggaran 2011 ini. Sementara jalan di seputaran ibu kota seperti Cepu Indah, Lorong Kombih, lorong Cinta Damai dan Murni akan diplot dalam APBK Subulussalam.

 

Sumber : Serambinews


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: