Warga Sultan Daulat Dambakan SPBU

13 03 2011

Belasan ribu masyarakat di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam mengharapkan hadirnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah mereka. Pasalnya, selama ini untuk bahan bakar kendaraan warga Sultan Daulat terpaksa membeli pada pedagang eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi.”Masyarakat Sultan Daulat sangat butuh adanya SPBU karena fasilitas itu adanya hanya di Simpang Kiri yang jaraknya sekitar 40 km,” kata Camat Sultan Daulat, Baginda Nasution, kepada Serambi, Jumat (11/3).

Baginda yang didampingi Kepala Desa Gunung Bakti, Jauhari Pardosi dan Imum Mukim Batu-Batu, Harisman Sambo mengatakan, Kecamatan Sultan Daulat yang berpenduduk 14.600 jiwa terdapat sebanyak 500-an unit kendaraan roda dua ditambah 150 unit kendaraan roda empat. Namun sangat disayangkan karena hingga kini daerah tersebut belum tersedia fasilitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk kebutuhan BBM kendaraan, kata Baginda, warganya harus menempuh perjalanan sejauh 40 kilometer karena SPBU terkait adanya di ibu kota Subulussalam.

Terhadap kondisi ini, Baginda berharap adanya investor yang siap membangun SPBU di wilayah yang dia pimpin sehingga masyarakat di sana akan terbantu serta turut mendorong peningkatan perekonomian. Apalagi, lanjut Baginda, jika jalan tembus Subulussalam-Kutacane yang dibuka melalui Gelombang, Sultan Daulat terwujud maka kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan itu akan menjadi daerah transit sehingga keberadaan SPBU akan sangat dibutuhkan lagi.

Hal senada juga disampaikan Sapri Tinambunan, Warga Kecamatan Sultan Daulat yang mengaku sangat terbebani akibat tidak tersedianya SPBU di daerah tempat dia berdomisili. Menurut Sapri, selama ini untuk mendapatkan bensin dan solar masyarakat terpaksa membeli dari pengecer dengan harga jauh lebih tinggi. Bahkan tak jarang pula masyarakat kesulitan mendapatkan BBM lantaran langka. Sebab jika mengisi ke SPBU yang berjarak 40 kilometer saat pulang kembali ke rumah tangki yang diisi penuh tinggal setengah lagi.”Selamaini masyarakat membeli BBM dari eceran karena SPBU jauh di ibu kota kalaupun mengisi ke sana nanti pulangnya isi tangki tinggal setengah jadi memang masyarakat selama ini sangat sulit,” tukas Sapri..

Oleh sebab itulah, Sapri bersama belasan ribu warga lainnya berharap agar pemerintah setempat segera membuka terobosan dan mencari peluang investasi di bidang perminyakan tersebut agar impian masyarakat Sultan Daulat dapat merasakan pelayanan pada SPBU. Sapri sangat membebani masyarakat Sultan Daulat. Keberadaan SPBU menurut Sapri turut mempercepat perputaran perekonomian masyarakat sebab akan dapat mempermudah pengisian bahan bakar bagi warga yang memiliki kendaraan tanpa harus mengeluarkan biaya yang lebih besar.

 

Sumber : Serambinews


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: