Ali Hasjmy Jadi Nama Jalan di Subulussalam

20 09 2011

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti mengusulkan nama Prof A Hasjmi (ulama dan budayawaan dan mantan gubernur Aceh, red) jadi nama jalan menuju Meuligoe (pendapa) Wali Kota Subussalam. Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Merah Sakti dalam akhir pidatonya pada upacara hari jadi ke 49 Subulussalam, Rabu (14/9) di lapangan Beringin Subulussalam.

Wali Kota meminta izin kepada warga Subulussalam terkait penabalan nama Prof A Hasjmi pada jalan menuju gedung pemerintahan tersebut. Alasannya, karena mantan gubernur Aceh ini merupakan orang yang memberi nama daerah ini Subulussalam pada 14 September 1962 silam.

Awalnya Subulussalam yang kini telah menjadi sebuah kota sejak dimekarkan dari kabupaten induknya Aceh Singkil, Januari 2007 lalu bernama Bandar Baru. “Izinkan saya menabalkan nama Prof Ali Hasjmi menjadi nama jalan menuju pendapa wali kota,” pinta Merah Sakti.

Menurut Merah Sakti, penabalan nama Prof A Hasjmi tersebut sebagai bentuk apresiasi atas jasa beliau. Apalagi dikaitkan dengan Subulussalam yang namanya  diberikan Prof A Hasjmi pada tanggal 14 September 1962, saat beliau  menjabat Gubernur Aceh.

Peringatan hari jadi ke 49 Subulussalam bertema “Dengan semangat hari jadi Subulussalam kita tingkatkan solidaritas kepedulian dan saling berbagi rasa demi kemajuan Kota Subulussalam”. Peringatan ini sendiri digelar setiap tanggal 14 September  sebagaimana kesepakatan hasil seminar ICMI Subulussalam, 2010 lalu.

Saat meyampaikan amanat, tampak suara haru dan sedih mengenang betapa duka yang dialami warga Subulussalam akibat guncangan gempa bumi 6,7 skala richter (SR) pekan lalu. Musibat tersebut, kata Sakti mengakibatkan rusaknya sejumlah bangunan bahkan merenggut satu korban jiwa.

Dalam hal ini, Sakti selaku kepala daerah menyampaikan ucapan duka kepada keluarga almarhum Dediansyah Putra alias Cok Abang (10) korban jiwa gempa bumi. Sakti pun mengajak segenap masyarakat yang dia pimpin agar memperbanyak sujud dan syukur kepada Allah SWT serta mengintrospeksi diri.

Sementara Ketua Panitia HUT ke 49 Subulussalam, Azwir mengatakan, seyogyanya peringatan hari jadi Subulussalam telah disiapkan sejumlah aneka kegiatan. Bahkan untuk memeriahkan hari jadi kota kelahiran Syekh Hamzah Fansury itu, pemerintah telah membentuk kepanitiaan sejak Ramadhan lalu. Tetapi, karena daerah ini baru saja dilanda musibah gempa, berbagai kegiatan tersebut batal dilaksanakan.

“Hari jadi Subulussalam diperingati secara sederhana saja, karena daerah ini baru dilanda musibah,” kata Azwir. Secara terpisah, ketua Komisi A DPRK Subulussalam kepada Serambi mengatakan pembuatan nama jalan pendapa yang diusulkan dinamai Prof Dr H Ali Hasjm  harus memiliki dasar hukum berupa qanun yang digodok dan diparipurnakan bersama anggota legislatif. “Harus ada qanunnya baru bisa ditabalkan,” tandas Bakhtiar.

 

Sumber : Serambi Online/Aceh.TribunNews


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: