Krisis Iman Sebabkan Bencana

20 09 2011

Bencana alam yang bertubi-tubi menimpa Indonesia beberapa tahun terakhir ini akibat tingkah laku masyarakat yang mulai krisis keimanan dan tidak memiliki rasa malu lagi.  Hal itu disampaikan Ustaz Ahmad Al Habsyi dalam tausiyahnya saat memimpin zikir akbar dalam rangka hari jadi ke 49 Subulussalam, Jum’at (16/9) di Lapangan Beringin Kota Subulussalam.

Ustaz kondang yang sengaja diundang dari Jakarta untuk mengisi zikir akbar di Kota Sada Kata itu menyampaikan keperihatinannya atas berbagai musibah bencana alam yang melanda Indonesia belakangan ini termasuk yang baru saja dialamai masyarakat Subulussalam.  “Timbul pertanyaan, bencana yang menimpa Indonesia apa benar ujian dari Allah, apa betul teguran dari Allah, atau malah sudah masuk dalam kategori azab Allah karena perilaku masyarakat yang sudah menyimpang,” kata Ustaz Ahmad.

Ustaz asal Palembang ini menyebutkan, setidaknya ada dua faktor yang paling mempengaruhi keterpurukan bangsa Indonesia. Yakni krisis iman dan tidak adanya lagi rasa malu.  Karena itu, ia mengajak masyarakat muslimin Subulussalam agar meningkatkan keimanan dan selalu bertasbih agar selalu ingat kepada Allah.

“Karena jika kita beriman dan selalu mengingat kepada Allah, bertasbih kepada Allah, maka akan dicurahkan rahmat yang ada di langit. Artinya, air hujan yang turun bukan menjadi azab karena banjir, atau apa yang keluar dari bumi juga bukan seperti Lumpur Lapindo,” katanya.

Kemudian, bangsa Indonesia menurut Ustaz Ahmad tidak lagi memiliki rasa malu. Jika dulu bangsa ini dikenal sangat pemalu kini hanya malu-maluin. Salah satu contoh, menurut Ustaz Ahmad, wanita zaman dulu akan merasa malu bahkan menangis jika auratnya terlihat hanya karena pakaiannya tersingkap diterpa angin. “Sementara perempaun akhir-akhir ini justru sengaja mempertontonkan aurat bahkan terkesan kurang percaya diri (PD) jika tidak memperlihatkan aurat,” katanya.

Lebih hebat ayam

Karenanya, kepada para ibu diingatkan untuk lebih ekstra membimbing anak-anak putri mereka. Ia menuturkan betapa ayam lebih bertanggungjawab terhadap anak-anaknya dibanding manusia. Dia menyontohkan, induk ayam selalu memantau anak-anaknya saat akan masuk kandang dan akan ribut bila mana ada yang kurang atau hilang. Sesampai di kandang, induk ayam akan menghangatkan tubuh anak-anaknya ibarat berjamaah.

“Tak hanya itu, ayam tidak pernah membiarkan anaknya keluyuran hingga tengah malam dan selalu bangun bersama-sama alias tidak bangun kesiangan,” ujarnya.  Tapi, kata sang ustaz, manusia justru tidak mempersoalkan anak perempuannya keluyuran bahkan tidak pulang sampai pagi pun. “Padahal Allah perintahkan kepada kita agar senantiasa memelihara diri dan keluarga dari siksa api neraka,” tandas Ustaz Ahmad.

Jauhi murka Allah
Wali Kota Subulussalam Merah Sakti dalam sambutannya, menyampaikan musibah gempa bumi6,7 skala richter (SR) yang terjadi di sana pada pekan lalu meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat terutama para korban. Karena itu, ia mengajak segenap masyarakat menjauhkan diri dari hal-hal yang dimurkai Allah, seperti miras dan judi togel yang disinyalir masih marak di Tanah Syekh Hamzah Fansury  itu.

Pantauan Serambi, ribuan jamaah tampak khusuk mengikuti Zikir Akbar dan tausiyah. Beberapa di antara jamaah bahkan tak mampu membendung air mata saat ustaz yang sering tampil di televisi itu mengumandangkan doa dan zikir mengajak para jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada Maha Pencipta serta merenungi betapa banyak dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

 

Sumber : Serambi Online/Aceh.TribunNews


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: