Sungai Cepu Meluap

9 11 2011

Sedikitnya 64 unit rumah penduduk di kawasan Cepu Indah, Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Rabu sore (2/11) terendam banjir hingga ketinggian 150 centimeter. Banjir tersebut terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur daerah ini hingga menyebabkan meluapnya Sungai Cepu yang membentang di wilayah itu. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu namun sedikitnya 256  jiwa warga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau sanak famili.

Sofian (32)  salah seorang korban banjir kepada Serambi mengatakan banjir terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 14.30 WIB dan kondisinya semakin parah. Warga mengaku tidak mengira  kalau banjir yang datang secara tiba-tiba separah itu. Karenanya, banyak harta benda warga  seperti barang elektronik, pakaian dan peralatan dapur yang tidak dapat diselamatkan.

“Semua barang habis terendam banjir, pakaian pun sudah basah semua. Ayam kami juga bisa mati padahal cuma itu usaha kami,” kata Cingkam (38).

Menurut warga, banjir yang merendam rumah mereka merupakan yang terbesar dalam kurun lima tahun terakhir. Banjir serupa pernah terjadi pada Desember 2006 silam.  “Tapi banjir kali ini sangat besar, belum pernah terjadi seperti ini,” timpal Satariah Lembeng (50). Puluhan kepala keluarga atau ratusan jiwa yang menjadi korban banjir kini terpaksa menumpang di rumah saudara atau tetangga

Pantauan Serambi, ketinggian air yang merendam rumah penduduk mencapai 1,5 meter dan di halaman rumah mencapai 2 meter. Bahkan sejumlah rumah nyaris tenggelam. Puluhan warga yang tertimpa musibah banjir berusaha menyelamatkan anak-anak mereka. Setelah itu warga mengelamatkan harta benda. Namun akibat derasnya arus air banyak harta benda warga yang tidak dapat diselamatkan.

Para korban banjir mengaku tidak makan pada malam kejadi karena seluruh peralatan dapur mereka basah dan rusak direndam banjir. Seperti diakui Teni (52) yang mengaku kelaparan akibat tidak adanya makanan. Apalagi pada saat kejadian semua barang-barang warga basah dan mereka panik untuk menyelamatkan barang lain.

Hal senada diakui Sopian yang mengaku terpaksa memakan indomie mentah karena tidak ada persediaan makan. “Kami kelaparan tadi malam karena tidak ada makanan, ini benar kami tidak mengada-ngada memang kami tidak makan,” kata Teni dan diamini Sopian.

Camat Simpang Kiri Ramlan SP yang ditanyai mengatakan jumlah rumah warga yang terkena banjir mencapai 64 unit atau 256 jiwa yang harus mengungsi ke rumah famili atau tetangga terdekat. Ketinggian air menurut Ramlan mencapai 1,5 meter yang merendam rumah penduduk dan di halaman mencapai 2 meter. Ia mengatakan untuk sementara korban mengungsi ke rumah penduduk sekitar.

Ramlan yang dihubungi kembali sekitar pukul 18.55 WIB itu mengatakan banjir mulai menyurut sekitar 50 centimeter. Hingga berita ini diturunkan cuaca di Subulussalam masih belum bersahabat karena setiap sore selalu mendung dan hujan deras hingga malam hari.

Sumber : Serambinews Online


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: