Hujan Es Guyur Subulussalam

23 02 2012

Hujan es kembali mengguyur Kota Subulussalam, Rabu (8/2) sore yang merupakan fenomena langka ketiga dalam sepekan terakhir. Butiran es seukuran bulir jagung hingga kerikil tersebut sempat membuat panik, apalagi ketika menimpa benda-benda keras seperti atap rumah dan kendaraan.

Pengamatan Serambi, hujan es mengguyur Subulussalam sekitar 20 menit sejak pukul 15.00 WIB. Fenomena menghebohkan itu terjadi setelah beberapa menit sebelumnya turun hujan deras disertai angin kencang. Hujan deras berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Peristiwa langka itu selain memunculkan perasaan was-was juga tak sedikit warga yang berusaha menikmati suasana itu. Ada yang penasaran dan mengejar setiap butiran es yang jatuh. Tak sedikit pula warga yang memakan butiran es yang kebekuannya bertahan hingga lima menit. Tiba-tiba saja berkembang pemahaman yang tak jelas alasannya bahwa memakan butiran es itu baik untuk kesehatan.

Fenomena hujan es yang khusus mengguyur Kota Subulussalam berkembang secara berantai melalui informasi dari mulut ke mulut maupun sms dan BlackBerry Masenger (BBM). Banyak pula yang mengabadikan peristiwa langka tersebut dengan kamera.

Seorang warga Subulussalam, Ny Herlina kepada Serambi mengaku, hingga usianya 28 tahun belum pernah mengalami peristiwa hujan es. Namun dalam sepekan terakhir fenomena itu sudah tiga kali terjadi. Yang pertama, Rabu (1/2) dan yang kedua, Sabtu (4/2).

Kepanikan terjadi karena fenomena hujan es yang mengguyur Subulussalam kali ini juga disertai angin puting beliung dan sambaran petir. “Selama ini setiap hujan turun diiringi petir, tapi kali ini ada hujan es dan angin puting beliung,” kata Herlina.

Anehnya, hujan es hanya turun di sekitar Subulussalam. Sedangkan di kawasan-kawasan lain dalam wilayah kota tersebut tidak ada fenemona seperti itu. “Kalau di tempat kami jangankan hujan es, hujan biasa pun tidak, angin juga tidak terasa,” kata Sabaria, warga Kecamatan Sultan Daulat yang hanya berjarak dua kilometer dari Kota Subulussalam.

Selain fenomena hujan es, warga Kota Subulussalam juga dipanikkan gelegar petir yang sempat menyetrum delapan warga. Tiga dari delapan korban petir sempat ditanam dalam lumpur sebelum diboyong ke rumah sakit. Menurut keyakinan masyarakat setempat, menanam korban dalam lumpur bisa sebagai penawar sengatan petir.

Empat dari delapan korban sambaran petir tercatat sebagai siswi Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Pondok Pesantren Mardhatillah, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri. Mereka adalah Suryanti (15), Nur Lela (15), Nurhayati (14) ketiganya siswi kelas III dan Elvi (8) santri. Selain anak didik, seorang guru pesantren bernama Aslamiah (26) bersama putrinya Hafiza (2) tak luput dari sambaran petir. Sedangkan dua korban lainnya merupakan penduduk Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri yaitu Heri Jona (18) dan Hamat Sagala (43).

Petugas Ponpes Mardhatillah, Darwin (29) mengatakan, petir menyambar sekitar pukul 15.20 WIB sesaat setelah hujan deras dan angin kencang. Saat itu santri sedang di kantin dan sebagian lainnya di kelas. “Sambaran petir hanya mengenai enam orang, termasuk istri dan anak saya,” kata Darwin.

Korban baru merasakan sengatan panas seperti disetrum setelah 15 menit kejadian. Korban langsung menjerit dan berhamburan minta tolong. “Kami langsung menolong dengan cara menanam korban di dalam lumpur. Setelah itu korban diboyong ke Puskesmas Penanggalan untuk penanganan medis,” kata Darwin.

Pada Rabu (8/2), Kota Subulussalam juga diterjang angin puting beliung merusak belasan rumah penduduk serta menumbangkan pohon. Arus listrik di Kota Subulussalam sempat padam tiga jam.

Camat Simpang Kiri, Mustoliq mengatakan, korban puting beliung pada Rabu sore masih dalam pendataan. Sedangkan peristiwa serupa yang terjadi Sabtu (4/2), sebanyak 29 rumah rusak.

 

Sumber : Serambinews Online


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: